Penguatan Partisipasi Petani Melalui Penyuluhan Pertanian di Kecamatan Rasanae Timur Kota Bima

Authors

  • Puji Muniarty Sekolah Tinggi Ilmu Ekonomi Bima, Indonesia
  • Wulandari Wulandari Sekolah Tinggi Ilmu Ekonomi (STIBA) Bima, Indonesia
  • Aliah Pratiwi Sekolah Tinggi Ilmu Ekonomi (STIBA) Bima, Indonesia
  • Firmansyah Kusumayadi Sekolah Tinggi Ilmu Ekonomi (STIBA) Bima, Indonesia
  • Intisari Haryanti Sekolah Tinggi Ilmu Ekonomi (STIBA) Bima, Indonesia

DOI:

https://doi.org/10.51577/globalabdimas.v1i1.77

Keywords:

Partisipasi, Penyuluhan Pertanian

Abstract

Penyuluh pertanian mendampingi petani dalam berusaha tani agar menjadi tahu, mau dan mampu mengelola usahanya sehingga menjadi usaha tani yang efisien dengan memanfaatkan sumberdaya alam yang ada, mampu meningkatkan produktivitas, dan pendapatan serta kesejahteraannya. Penguatan partisipasi menitikberatkan pada perubahan perilaku petani akan nampak pada peningkatan kompetensi pengelolaan usaha tani dan meningkatnya partisipasi petani mengikuti penyuluhan. Penyuluhan sistem LAKU (Latihan dan Kunjungan) yang berpola dyadic memadukan kepentingan top down dan bottom up dengan pendekatan komunikasi interpersonal maupun kelompok. Pemilihan lokasi Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM) ini dilakukan secara sengaja (purposive) sesuai dengan sentra pengembangan usaha tani di Kota Bima. Proses pengabdian kepada masyarakat terkait partisipasi diukur melalui; kualitas dan kuantitas keterlibatan/partisipasi masyarakat mulai dari kegiatan kajian atau analisis masalah, perencanaan program, pelaksanakan program, serta keterlibatan dalam evaluasi secara berkelanjutan. Partisipasi tinggi menyebabkan pelaksanaan penyuluhan berorientasi kepada kebutuhan petani yang memperhatikan keberagaman lokal dan sumberdaya yang dimiliki. Pelaksanaan program dengan tingkat partisipasi tinggi juga dapat meningkatkan efisiensi dan pemanfaatan biaya.

References

Firmansyah, H. (2017). Strategi Komunikasi Dalam Penguatan Kapasitas Kelembagaan Pada Pengelolaan Lahan Gambut Melalui Peningkatan Sumberdaya Manusia Di Sektor Pertanian Kalimantan Selatan. Meta Communication; Journal of Communication Studies, 2(1), 119-131.

Fitria, S., R. Laily, H. Ribawanto, & F. Nurani. (2014). Pemberdayaan Petani Dalam Meningkatkan Ketahanan Pangan (Studi Di Desa Betet, Kecamatan Ngronggot, Kabupaten Nganjuk). Jurnal Administrasi Publik (JAP), 2(1), 147-153.

Ikbal, M. (2015). Penyuluhan dan Pemberdayaan Petani Indonesia. Gorontalo: Ideas Publishing.

Sastraatmadja, E. (1993). Penyuluhan Pertanian: Falsafah, Masalah dan Strategi. Bandung: Alumni.

Suci, K. (2011). Faktor-Faktor Yang Mempengaruhi Kinerja Usahatani Petani Sebagai Representasi Strategi Penyuluhan Pertanian Berkelanjutan di Lahan Marjinal. Jurnal Agro Ekonomi, 9(1), 1-24.

Sucihatiningsih. (2010). Model Penguatan Kapasitas Kelembagaan Penyuluh Pertanian Dalam Meningkatkan Kinerja Usahatani Studi Empiris di Provinsi Jawa Tengah. Jurnal Ekonomi Pembangunan, 2(1), 13-29.

Yanto. (2016). Implementasi Kebijakan Penyuluhan Pertanian Pada Penyuluh Pertanian Lapangan (PPL) di Badan Pelaksanaan Penyuluhan Pertanian, Perikanan dan Kehutanan (BP4K) Kabupaten Karawang. Jurnal Implementasi Kebijakan Penyuluhan Pertanian, 1-16.

Undang Undang Republik Indonesia Nomor 16 Tahun 2006 tentang Sistem Penyuluhan Pertanian, Perikanan, Dan Kehutanan.

Published

2021-05-04