TATA KELOLA KOLABORATIF DALAM PENANGANAN STUNTING DI DESA LAKATONG KECAMATAN MANGARABOMBANG KABUPATEN TAKALAR
DOI:
https://doi.org/10.51577/globalabdimas.v3i2.1020Keywords:
Stunting, Tata Kelola Kolaboratif, Kolaborasi Lintas SektorAbstract
Stunting masih menjadi salah satu permasalahan kesehatan masyarakat yang berdampak terhadap kualitas sumber daya manusia. Kabupaten Takalar merupakan salah satu kabupaten di Provinsi Sulawesi Selatan yang menjadi daerah prioritas dalam percepatan penurunan stunting karena masih memiliki prevalensi stunting yang relatif tinggi. Penanganan stunting memerlukan tata kelola kolaboratif yang melibatkan pemerintah, masyarakat, organisasi nonpemerintah, sektor swasta, perguruan tinggi, dan pemangku kepentingan lainnya. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan memperkuat kapasitas para pemangku kepentingan di Kabupaten Takalar dalam membangun kolaborasi lintas sektor serta mengoptimalkan pemanfaatan Sistem Pemerintahan Berbasis Elektronik (SPBE) sebagai media koordinasi, komunikasi, dan integrasi program percepatan penurunan stunting. Metode pelaksanaan meliputi sosialisasi, penyuluhan, diskusi kelompok terarah (focus group discussion/FGD), pendampingan, serta wawancara yang melibatkan pemerintah daerah, tenaga kesehatan, pemerintah kecamatan, pemerintah desa, kader kesehatan, dan unsur masyarakat di Kabupaten Takalar. Kegiatan difokuskan pada peningkatan pemahaman mengenai collaborative governance, penguatan koordinasi antarlembaga, serta penyusunan strategi percepatan penurunan stunting berbasis SPBE. Hasil kegiatan menunjukkan meningkatnya pemahaman peserta mengenai pentingnya kolaborasi lintas sektor, menguatnya komitmen para pemangku kepentingan dalam mendukung program percepatan penurunan stunting, serta tersusunnya rekomendasi pemanfaatan SPBE untuk mendukung koordinasi, berbagi data, komunikasi, dan pemantauan program secara terpadu. Kegiatan ini diharapkan mampu memperkuat tata kelola kolaboratif yang efektif, terintegrasi, dan berkelanjutan sehingga mendukung percepatan penurunan prevalensi stunting di Kabupaten Takalar.
References
Aji, K. B., Sugiyanto, C., & Sushartami, W. (2026). Multiple governmentalities and mangrove ecotourism destination governance in the Batam Islands. Journal of Policy Research in Tourism, Leisure and Events. Advance online publication.
Akombi, B. J., Agho, K. E., Hall, J. J., Wali, N., Renzaho, A. M. N., & Merom, D. (2022). Stunting, wasting and underweight in Sub-Saharan Africa: A systematic review. International Journal of Environmental Research and Public Health.
Ansell, C., & Gash, A. (2008). Collaborative governance in theory and practice. Journal of Public Administration Research and Theory, 18(4), 543–571.
Atika, N., Redjo, S., & Kartini, D. (2025). Collaborative governance in accelerating stunting reduction through multi-stakeholder collaboration. Jurnal Administrasi Publik.
Afandi, M., Anomsari, E., Novira, N., & Sudartini, S. (2023). Collaborative governance dalam percepatan penurunan stunting di Indonesia. Jurnal Kebijakan Publik.
Bhutta, Z. A., Das, J. K., Rizvi, A., et al. (2020). Evidence-based interventions for improvement of maternal and child nutrition. The Lancet.
Emerson, K., & Nabatchi, T. (2015). Collaborative governance regimes. Georgetown University Press.
Emerson, K., & Nabatchi, T. (2021). Evaluating collaborative governance: A framework for public sector practice. Georgetown University Press.
Emerson, K., Nabatchi, T., & Balogh, S. (2012). An integrative framework for collaborative governance. Journal of Public Administration Research and Theory, 22(1), 1–29.
Fatikha, D., & Permatasari, R. (2023). Collaborative governance dalam percepatan penurunan stunting berbasis multisektor. Jurnal Ilmu Administrasi Negara.
Gil-Garcia, J. R., Dawes, S. S., & Pardo, T. A. (2018). Digital government and public management research: Finding the crossroads. Public Management Review.
Ibrahim, A., Leus, Y., Ngatmono, N., & Dewi, S. (2024). Pendekatan pentahelix dalam percepatan penurunan stunting di Indonesia. Jurnal Administrasi Publik.
Janssen, M., & van der Voort, H. (2020). Agile and adaptive governance in crisis response: Lessons from the COVID-19 pandemic. International Journal of Information Management, 55, 102180.
Karim, A., et al. (2023). Collaborative governance in stunting prevention in South Sulawesi. Journal of Public Administration and Governance.
Kementerian Kesehatan Republik Indonesia. (2018). Hasil utama Riset Kesehatan Dasar (Riskesdas) 2018. Kementerian Kesehatan RI.
Kismul, H., Acharya, P., Mapatano, M. A., & Hatløy, A. (2018). Determinants of childhood stunting in the Democratic Republic of Congo. BMC Public Health, 18, 74.
Lautt, R., & Rahayu, A. (2024). Collaborative leadership in accelerating stunting reduction at the local government level. Jurnal Kebijakan dan Administrasi Publik.
Marbun, R., et al. (2018). Human resource development and national competitiveness in Indonesia. Jurnal Kebijakan Pembangunan.
Mengistu, K., Alemu, K., & Destaw, B. (2013). Prevalence of malnutrition and associated factors among children in Ethiopia. BMC Nutrition.
Mergel, I., Edelmann, N., & Haug, N. (2019). Defining digital transformation: Results from expert interviews. Government Information Quarterly, 36(4).
Muhafidin, D. (2022). Collaborative governance dalam percepatan penurunan stunting di Indonesia. Jurnal Bina Praja.
OECD. (2023). Digital government review: Strengthening digital government for better public governance. OECD Publishing.
Osazuwa, F., et al. (2011). A significant association between intestinal helminth infection and nutritional status among children. Nigerian Journal of Clinical Practice.
Peraturan Bupati Takalar Nomor 8 Tahun 2024 tentang Percepatan Penurunan Stunting.
Pramana, R., & Mariyah, S. (2021). Human capital development and public policy in Indonesia. Jurnal Perencanaan Pembangunan.
Rosalyn, D., & Purwanti, E. (2025). Implementasi Sistem Pemerintahan Berbasis Elektronik dalam meningkatkan kualitas pelayanan publik. Jurnal Administrasi Negara.
Santika, O., et al. (2020). Stunting and child development in Indonesia. Nutrients.
Sapri, M., Mardhatillah, M., & Ramlan, R. (2025). Model konvergensi multisektor dalam percepatan penurunan stunting. Jurnal Kesehatan Masyarakat Indonesia.
Survei Kesehatan Indonesia. (2023). Laporan Survei Kesehatan Indonesia Tahun 2023. Kementerian Kesehatan Republik Indonesia.
Survei Status Gizi Indonesia. (2024). Hasil Survei Status Gizi Indonesia Tahun 2024. Kementerian Kesehatan Republik Indonesia.
Torlesse, H., Raju, D., Rizal, M. F., et al. (2022). Determinants of child stunting reduction in Indonesia: A multi-sectoral analysis. Maternal & Child Nutrition.
World Health Organization. (2023). Laboratory systems strengthening for health security and universal health coverage. World Health Organization.
Yusriadi, Y., & Cahaya, A. (2022). Collaborative governance in public service management: Evidence from Indonesia. International Journal of Social Sciences and Management Review.
Published
Issue
Section

This work is licensed under a Creative Commons Attribution 4.0 International License.







