https://journal.intelekmadani.org/index.php/ijipublication/issue/feed Indonesian Journal of Intellectual Publication 2026-06-27T00:39:08+00:00 Zaldi Rusnaedy, S.IP.,M.IP ijipublication1@gmail.com Open Journal Systems <p><img src="https://journal.intelekmadani.org/public/site/images/admin/1690610123-iji-publication-lengkap.png" alt="" width="880" height="338" /></p> https://journal.intelekmadani.org/index.php/ijipublication/article/view/873 Analisis Kebijakan Publik dalam Perspektif Tata Kelola Pemerintahan Modern 2025-12-04T14:23:37+00:00 Mahar Muharram Hamzah Assabrun Malik maharmuharramham@gmail.com Irwan Irwan irwan.juma99@gmail.com Abd. Haris Zainuddin abdhariszainuddin@unismuh.ac.id <p>Penelitian ini bertujuan menganalisis kebijakan publik dalam perspektif tata kelola pemerintahan modern yang menekankan prinsip kolaborasi, transparansi, akuntabilitas, partisipasi, dan adaptabilitas. Pergeseran paradigma dari <em>government</em> menuju <em>governance</em> telah mengubah proses kebijakan publik dari pola hierarkis menjadi berbasis jejaring (<em>network governance</em>), yang melibatkan berbagai aktor, termasuk pemerintah, masyarakat sipil, akademisi, dan sektor swasta, sejak tahap perumusan hingga evaluasi kebijakan.Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif dengan metode studi pustaka. Data diperoleh dari jurnal ilmiah, buku akademik, serta laporan kebijakan nasional dan internasional yang relevan dalam rentang waktu 2015–2025. Analisis dilakukan melalui tahapan reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan secara sistematis terhadap literatur yang membahas hubungan antara kebijakan publik dan tata kelola pemerintahan modern. Hasil penelitian menunjukkan bahwa tata kelola pemerintahan modern menuntut kebijakan publik yang inklusif, berbasis bukti (<em>evidence-based policy</em>), serta didukung oleh pemanfaatan inovasi digital. Implementasi Sistem Pemerintahan Berbasis Elektronik (SPBE) di Indonesia mencerminkan upaya modernisasi birokrasi melalui digitalisasi layanan publik. Namun, efektivitasnya masih menghadapi berbagai kendala, seperti kesenjangan digital, resistensi birokrasi, serta lemahnya koordinasi antarinstansi. Selain itu, partisipasi masyarakat dalam proses kebijakan masih bersifat formal dan belum mencapai partisipasi bermakna. Penelitian ini menyimpulkan bahwa keberhasilan kebijakan publik dalam era tata kelola pemerintahan modern ditentukan oleh kapasitas institusional yang kuat, kolaborasi lintas sektor, dan inovasi digital yang inklusif. Reformasi birokrasi, peningkatan literasi digital masyarakat, serta penguatan etika publik menjadi prasyarat penting untuk mewujudkan pemerintahan yang adaptif, transparan, dan demokratis.</p> 2026-03-31T00:00:00+00:00 Copyright (c) 2026 Indonesian Journal of Intellectual Publication (IJI Publication) https://journal.intelekmadani.org/index.php/ijipublication/article/view/927 Fenomena Job Hugging pada Generasi Milenial di Tengah Ketidakpastian Dunia Kerja 2026-01-28T12:22:33+00:00 Fauzan Ahdi Widyaputra fauzanahdiwidyaputra@fasos.ukri.ac.id <p>Fenomena <em>job hugging</em> merujuk pada kecenderungan karyawan untuk mempertahankan pekerjaannya meskipun mengalami ketidakpuasan kerja, sebagai respons terhadap ketidakpastian dunia kerja yang semakin kompleks. Fenomena ini semakin mengemuka di kalangan generasi milenial yang menghadapi tekanan ekonomi, kompetisi pasar tenaga kerja, dan perubahan organisasi yang cepat. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis fenomena <em>job hugging</em> dari perspektif hubungan masyarakat (<em>Public Relations</em>) internal, khususnya dalam konteks komunikasi organisasi dan relasi antara organisasi dengan publik internalnya. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode fenomenologis. Data dikumpulkan melalui wawancara mendalam terhadap tim <em>public relations</em> internal dan karyawan milenial di sektor formal, yaitu PT. Akur Pratama (Yogya Group), serta diperkuat dengan observasi partisipatif dan studi dokumentasi internal perusahaan. Analisis data dilakukan secara tematik dengan menekankan pada proses pemaknaan pengalaman subjektif informan terhadap keamanan kerja, loyalitas, dan komunikasi internal, dengan tahapan: transkripsi data, reduksi data, pengkodean terbuka, pengelompokan tema, dan penarikan makna esensial pengalaman informan. Proses analisis mengacu pada langkah fenomenologis interpretatif untuk mengidentifikasi konstruksi makna loyalitas, keamanan kerja, dan peran komunikasi <em>public relations</em> internal. Validitas data dijaga melalui triangulasi sumber dan teknik. Hasil penelitian menunjukkan bahwa <em>job hugging</em> dipengaruhi oleh persepsi ketidakpastian ekonomi, keterbatasan mobilitas kerja, serta konstruksi komunikasi organisasi internal yang menekankan stabilitas dan keamanan. Praktik <em>public relations</em> internal berperan signifikan dalam membentuk makna loyalitas dan kepercayaan karyawan. Namun, komunikasi yang bersifat satu arah dan minim dialog berpotensi menciptakan loyalitas semu (<em>pseudo-loyalty</em>), yang secara jangka panjang dapat memengaruhi kesejahteraan karyawan dan keberlanjutan reputasi organisasi.</p> 2026-03-31T00:00:00+00:00 Copyright (c) 2026 Indonesian Journal of Intellectual Publication (IJI Publication) https://journal.intelekmadani.org/index.php/ijipublication/article/view/897 Tren Penelitian Global dalam Komunikasi Keluarga dan Praktik Pengasuhan Anak: Sebuah Studi Bibliometrik 2026-01-14T23:53:46+00:00 Nur Alam R nuralamr693@gmail.com Muh Iqbal Sultan iqbalsultan@unhas.ac.id Muh Akbar muh.akbar@unhas.ac.id Firmansyah Firmansyah firmansyah24e@ms.unhas.ac.id <p>Komunikasi keluarga adalah fondasi esensial dalam praktik pengasuhan, namun kompleksitas isu sosial dan teknologi telah menyebabkan fragmentasi literatur yang mendesak untuk dipetakan secara sistematis. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis struktur kognitif, mengidentifikasi tren tematik, dan merumuskan agenda riset masa depan dalam kajian komunikasi keluarga dan pengasuhan. Metode yang digunakan adalah analisis bibliometrik pada 235 dokumen artikel terindeks Scopus, mencakup rentang waktu luas dari 1995 hingga 2025. Analisis deskriptif, <em>co-citation</em>, dan <em>co-occurrence</em> kata kunci dilakukan menggunakan perangkat lunak <em>VOSviewer</em> dan <em>R-Bibliometrix</em>. Hasil menunjukkan bidang yang matang dengan rata-rata sitasi 14,56 per artikel dan Indeks-H 36, menegaskan adanya inti literatur yang sangat berpengaruh. Tren tematik mengonfirmasi pergeseran dari fokus historis (konseling dan konflik marital) ke tiga kluster kontemporer yang dominan: Komunikasi dalam Konteks Kesehatan dan Keadilan Sosial (diwakili oleh McLemore, 2018), Dinamika Pengasuhan Digital dan Teknologi (Clark, 2012), dan Konsekuensi <em>Overparenting</em> (Segrin, 2012). Kesenjangan penelitian ke depan harus diprioritaskan pada integrasi tematik digitalisasi, konteks migrasi transnasional (Pribilsky, 2004), dan isu kesetaraan ras/kesehatan, terutama di konteks Global South. Studi ini berhasil menyediakan peta jalan yang objektif dan berbasis data bagi akademisi dan perumus kebijakan untuk memandu riset yang lebih fokus dan berdampak di masa mendatang.</p> 2026-03-31T00:00:00+00:00 Copyright (c) 2026 Indonesian Journal of Intellectual Publication (IJI Publication) https://journal.intelekmadani.org/index.php/ijipublication/article/view/942 Laporan Observasi: Implementasi Layanan Uji Kendaraan Bermotor pada Dinas Perhubungan Kabupaten Gowa 2026-03-15T06:23:50+00:00 Nadia Aprilia Rahman rahmanna24e@student.unhas.ac.id Arianto Arianto arianto.uh@yahoo.com Muh Akbar muh.akbar@unhas.ac.id <p>Layanan Pengujian Kendaraan Bermotor (KIR) merupakan bagian penting dalam menjamin kelayakan teknis kendaraan dan keselamatan lalu lintas di daerah. Namun demikian, masih terdapat kesenjangan antara jumlah kendaraan yang beroperasi dengan kendaraan yang mengikuti pengujian berkala, yang menunjukkan adanya persoalan dalam pengelolaan data serta komunikasi pelayanan publik kepada masyarakat. Dalam konteks ini, efektivitas layanan KIR tidak hanya ditentukan oleh aspek teknis, tetapi juga oleh kualitas pengelolaan informasi dan komunikasi layanan. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis layanan pengujian kendaraan bermotor sebagai bagian dari komunikasi pelayanan publik pada sektor transportasi daerah. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode analisis dokumen terhadap dokumen resmi pemerintah daerah, seperti Rencana Strategis (Renstra), Laporan Akuntabilitas Kinerja Instansi Pemerintah (LAKIP), serta laporan kinerja Dinas Perhubungan Kabupaten Gowa. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kinerja layanan KIR di Kabupaten Gowa tergolong baik, ditandai dengan peningkatan jumlah kendaraan yang mengikuti pengujian serta kontribusinya terhadap pendapatan daerah. Namun demikian, kesenjangan partisipasi pengujian masih menjadi tantangan. Temuan ini menegaskan pentingnya penguatan pengelolaan data KIR untuk mendukung komunikasi pelayanan publik dan kebijakan transportasi berbasis data.</p> 2026-03-31T00:00:00+00:00 Copyright (c) 2026 Indonesian Journal of Intellectual Publication (IJI Publication) https://journal.intelekmadani.org/index.php/ijipublication/article/view/948 Mekanisme Pengambilan Keputusan Penetapan Peraturan Daerah Provinsi Papua di Dewan Perwakilan Rakyat Papua (DPRP) 2026-03-22T16:00:12+00:00 Duta Mustajab dutamustajabdprp@gmail.com Muhammad Sawir sawirmuhammad103@gmail.com Siti Fatimah fatimah.halim67@gmail.com Muhamad Yamin Noch abienoch12@gmail.com <p>Fenomena empiris di Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) Papua menunjukkan adanya paradoks dalam proses legislasi, di mana tahapan formal telah dijalankan secara prosedural, namun partisipasi publik masih terbatas akibat kebijakan efisiensi anggaran. Selain itu, pengambilan keputusan cenderung dipengaruhi oleh dinamika politik antar fraksi melalui mekanisme lobi, yang berpotensi menggeser substansi kebijakan dari orientasi kepentingan masyarakat menuju kompromi politik. Oleh karena itu, penelitian ini bertujuan untuk menganalisis mekanisme legislasi dan pengambilan keputusan dalam pembentukan Peraturan Daerah (Perda) di Dewan Perwakilan Rakyat Papua dalam konteks Otonomi Khusus. Urgensi penelitian ini didasarkan pada kompleksitas proses legislasi daerah yang melibatkan berbagai aktor, serta tantangan dalam mengintegrasikan aspek prosedural dan partisipatif dalam pembentukan kebijakan publik. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan studi kasus melalui wawancara mendalam, observasi, dan analisis dokumen. Hasil penelitian menunjukkan bahwa mekanisme pengambilan keputusan terdiri dari tahap perencanaan, pembahasan, sinkronisasi, dan penetapan melalui sidang paripurna yang dilakukan secara kolektif-kolegial. Namun demikian, terdapat kendala utama berupa minimnya partisipasi publik akibat kebijakan efisiensi anggaran, dominasi lobi politik antar fraksi, serta dualisme penafsiran kewenangan antara pemerintah daerah dan pusat. Penelitian ini menyimpulkan bahwa mekanisme legislasi yang berjalan masih cenderung bersifat prosedural dan belum sepenuhnya mencerminkan prinsip partisipasi bermakna. Oleh karena itu, diperlukan penguatan model legislasi yang lebih partisipatif, transparan, dan adaptif terhadap kondisi sosial masyarakat Papua.</p> 2026-03-31T00:00:00+00:00 Copyright (c) 2026 Indonesian Journal of Intellectual Publication (IJI Publication) https://journal.intelekmadani.org/index.php/ijipublication/article/view/949 Pemerintahan Digital dan Pembuatan Kebijakan Berbasis Bukti: Membangun Kerangka Kerja Tata Kelola Data Cerdas untuk Pengambilan Keputusan di Sektor Publik 2026-03-26T15:15:14+00:00 Erwing Yanto erwiyanto404@gmail.com Anirwan Anirwan anirwan.science@gmail.com Tri Cahyo Nugroho tricahyo@unm.ac.id Irwan Irwan irwankajang2025@gmail.com <p>Transformasi digital menjadi agenda penting dalam reformasi tata kelola pemerintahan modern. Konsep <em>digital government</em> tidak hanya berkaitan dengan digitalisasi layanan publik, tetapi juga pemanfaatan data dalam pengambilan keputusan kebijakan. Melalui teknologi seperti <em>big data</em> dan analitik data, pemerintah dapat mendorong <em>evidence-based policy making</em>. Namun, implementasinya masih menghadapi tantangan seperti fragmentasi data, keterbatasan kapasitas analitik, dan tata kelola data yang belum optimal. Kajian ini menggunakan pendekatan eksploratif dengan metode Systematic Literature Review (SLR) untuk menganalisis perkembangan konsep <em>digital government</em>, <em>evidence-based policy making</em>, dan <em>data governance</em> dalam literatur administrasi publik. Proses analisis dilakukan melalui pendekatan analisis tematik, yang meliputi tahapan familiarisasi data, pemberian kode awal, identifikasi tema, peninjauan tema, serta sintesis konseptual. Metode ini memungkinkan peneliti untuk mengidentifikasi pola pemikiran utama serta kesenjangan penelitian yang muncul dalam literatur terkait tata kelola data sektor publik. Hasil kajian menunjukkan bahwa transformasi <em>digital government</em> berperan penting dalam mendorong terciptanya pemerintahan berbasis data (<em>data-driven government</em>). Selain itu, pendekatan <em>evidence-based policy making</em> mampu meningkatkan efektivitas dan akuntabilitas kebijakan publik melalui pemanfaatan bukti empiris dalam proses kebijakan. Namun demikian, keberhasilan integrasi kedua pendekatan tersebut sangat bergantung pada keberadaan kerangka <em>smart data governance</em> yang mampu mengintegrasikan pengelolaan data, regulasi, serta kapasitas analitik organisasi publik. pengembangan <em>smart data governance framework</em> menjadi elemen kunci dalam membangun ekosistem pengambilan keputusan sektor publik yang lebih transparan, adaptif, dan berbasis bukti.</p> 2026-03-31T00:00:00+00:00 Copyright (c) 2026 Indonesian Journal of Intellectual Publication (IJI Publication) https://journal.intelekmadani.org/index.php/ijipublication/article/view/1008 Pengembangan Model Kebijakan Aksebilitas Layanan Kesehatan dalam Upaya Pecegahan Stunting di Kabupaten Sinjai 2026-06-27T00:38:13+00:00 Andi Mudzil Djalil andi.echiel@gmail.com Sumardi Sumardi mardierni69@gmail.com Nasir Nasir nasirsaja113@gmail.com <p>Stunting merupakan masalah kesehatan masyarakat yang signifikan, berdampak negatif pada kualitas sumber daya manusia dan pembangunan daerah. Tingginya kasus stunting dipengaruhi oleh terbatasnya akses layanan kesehatan untuk ibu hamil, ibu menyusui, bayi, dan balita. Kabupaten Sinjai, dengan beragam karakteristik wilayah, berpotensi mengalami ketimpangan dalam akses terhadap layanan kesehatan dasar. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis implementasi kebijakan aksesibilitas layanan kesehatan dalam upaya pencegahan stunting serta mengembangkan model kebijakan yang efektif di Kabupaten Sinjai. Penelitian menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan deskriptif. Data dikumpulkan melalui wawancara mendalam, observasi, dan studi dokumentasi yang melibatkan pemerintah daerah, tenaga kesehatan, kader kesehatan, dan masyarakat. Analisis data dilakukan melalui reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa implementasi kebijakan aksesibilitas layanan kesehatan telah berjalan melalui pendekatan konvergensi lintas sektor yang melibatkan Dinas Kesehatan, DP3AP2KB, Puskesmas, Posyandu, pemerintah desa, dan kader kesehatan. Implementasi tersebut didukung oleh Peraturan Bupati Sinjai Nomor 40 Tahun 2021 tentang Pencegahan dan Penanganan Stunting. Namun, pelaksanaannya belum optimal akibat keterbatasan akses geografis, rendahnya partisipasi masyarakat, ketidaksesuaian data sasaran, keterbatasan sumber daya, serta belum optimalnya koordinasi lintas sektor. Penelitian ini menghasilkan Model Kebijakan Aksesibilitas Layanan Kesehatan Terintegrasi dalam Pencegahan Stunting yang terdiri atas enam komponen utama, yaitu penguatan akses geografis, akses ekonomi, akses informasi, akses administratif, integrasi data, dan kolaborasi lintas sektor. Model ini diharapkan dapat meningkatkan efektivitas pelayanan kesehatan, ketepatan sasaran intervensi, serta mempercepat penurunan prevalensi stunting secara berkelanjutan di Kabupaten Sinjai.</p> 2026-03-31T00:00:00+00:00 Copyright (c) 2026 Indonesian Journal of Intellectual Publication (IJI Publication) https://journal.intelekmadani.org/index.php/ijipublication/article/view/1007 Model Penanggulangan Kemiskinan di Kelurahan Biringere Kecamatan Sinjai Utara Kabupaten Sinjai 2026-06-27T00:39:08+00:00 Adi Asrul adiasrul80@gmail.com Anirwan Anirwan anirwan.science@gmail.com Nasir Nasir nasirsaja113@gmail.com <p>Kemiskinan merupakan permasalahan sosial yang bersifat multidimensional dan memerlukan pendekatan penanggulangan yang komprehensif serta berkelanjutan. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis dan mendeskripsikan model penanggulangan kemiskinan di Kelurahan Biringere, Kecamatan Sinjai Utara, Kabupaten Sinjai. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode deskriptif. Data diperoleh melalui wawancara, observasi, dan dokumentasi yang melibatkan pemerintah kelurahan, instansi terkait, tokoh masyarakat, serta masyarakat penerima manfaat program. Analisis data dilakukan melalui reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa model penanggulangan kemiskinan di Kelurahan Biringere dilaksanakan melalui empat pendekatan utama yang saling terintegrasi. Pertama, model bantuan sosial melalui Program Keluarga Harapan (PKH), Bantuan Pangan Non Tunai (BPNT), dan Bantuan Langsung Tunai (BLT) berperan dalam memenuhi kebutuhan dasar masyarakat miskin, meskipun masih bersifat konsumtif dan belum sepenuhnya mendorong kemandirian ekonomi. Kedua, model pemberdayaan ekonomi masyarakat melalui pengembangan usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) dilakukan melalui pelatihan keterampilan, bantuan modal, dan pendampingan usaha yang berkontribusi terhadap peningkatan keterampilan, munculnya usaha baru, dan peningkatan pendapatan masyarakat. Ketiga, model kolaboratif melibatkan pemerintah kelurahan, Dinas Sosial, Bappeda, RT/RW, dan tokoh masyarakat dalam meningkatkan efektivitas pelaksanaan program. Keempat, pemanfaatan Data Terpadu Kesejahteraan Sosial (DTKS) menjadi instrumen utama dalam meningkatkan ketepatan sasaran penerima bantuan. Namun demikian, efektivitas model masih menghadapi kendala berupa keterbatasan pendampingan, akurasi data, dan kapasitas sumber daya manusia. Oleh karena itu, diperlukan penguatan sinergi kelembagaan dan pembaruan data secara berkelanjutan guna meningkatkan keberhasilan program penanggulangan kemiskinan.</p> 2026-03-31T00:00:00+00:00 Copyright (c) 2026 Indonesian Journal of Intellectual Publication (IJI Publication)