Strategi Tata Kelola Kebijakan Mangrove Berbasis Masyarakat sebagai Ekowisata dan Mitigasi Abrasi di Kawasan Pesisir Kecamatan Sinjai Timur Kabupaten Sinjai

Authors

  • Megawati Megawati Universitas Pancasakti, Makassar, Indonesia
  • Sumardi Sumardi Universitas Pancasakti, Makassar, Indonesia
  • Nasir Nasir Universitas Pancasakti, Makassar, Indonesia

DOI:

https://doi.org/10.51577/jgpi.v6i1.1015

Keywords:

Mangrove, Ekowisata, Mitigasi Abrasi, Implementasi Kebijakan

Abstract

Penelitian ini bertujuan menganalisis strategi tata kelola kebijakan mangrove berbasis masyarakat sebagai upaya pengembangan ekowisata dan mitigasi abrasi di kawasan pesisir Kecamatan Sinjai Timur, Kabupaten Sinjai. Pengelolaan mangrove memiliki peran strategis dalam menjaga keseimbangan ekosistem pesisir, mengurangi risiko abrasi, sekaligus meningkatkan kesejahteraan masyarakat melalui pengembangan ekowisata berbasis potensi lokal. Penelitian menggunakan metode deskriptif kualitatif dengan teknik pengumpulan data melalui wawancara, observasi, dan dokumentasi. Analisis data dilakukan melalui reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa implementasi kebijakan pengelolaan mangrove telah mengarah pada integrasi fungsi ekologis sebagai pelindung pesisir dari abrasi dengan fungsi ekonomi melalui pengembangan ekowisata berbasis masyarakat, meskipun pelaksanaannya belum optimal. Aspek komunikasi telah dilaksanakan melalui sosialisasi dan koordinasi, tetapi belum menjangkau seluruh masyarakat secara merata. Keterbatasan sumber daya, terutama anggaran, fasilitas pendukung, dan tenaga pendamping, masih menjadi hambatan utama. Disposisi pelaksana menunjukkan komitmen pemerintah dan masyarakat, namun tingkat partisipasi masyarakat masih fluktuatif. Selain itu, struktur birokrasi telah mendukung koordinasi lintas pemangku kepentingan, tetapi sinkronisasi program antar lembaga masih perlu diperkuat. Penelitian ini menyimpulkan bahwa strategi tata kelola kebijakan mangrove berbasis masyarakat memerlukan penguatan komunikasi, peningkatan kapasitas sumber daya, koordinasi kelembagaan, dan pelembagaan partisipasi masyarakat agar pengelolaan mangrove sebagai ekowisata dan mitigasi abrasi dapat berlangsung secara efektif, berkelanjutan, serta memberikan manfaat ekologis, sosial, dan ekonomi.

References

Alongi, D. M. (2012). Carbon sequestration in mangrove ecosystems. Carbon Management, 3(3), 225-232.

Alongi, D. M. (2015). The impact of climate change on mangrove forests. Oceanography and Marine Biology: An Annual Review, 53, 1-36.

Ansell, C., & Gash, A. (2008). Collaborative governance in theory and practice. Journal of Public Administration Research and Theory, 18(4), 543-571.

Aji, A. R., et al. (2026). Community participation in mangrove tourism management: A case study in Indonesia. International Journal of Tourism Research.

Barbier, E. B., et al. (2011). Coastal ecosystem-based adaptation and the role of mangroves in climate change mitigation. Ecological Economics, 70(11), 2075-2084.

Carlisle, K. J., & Gruby, R. L. (2019). The challenge of governance in complex systems: A multi-level perspective on coastal management. Environmental Management, 63(5), 715-726.

Damastuti, E., et al. (2023). Community-based mangrove management and its impact on coastal protection. Journal of Coastal Conservation.

DasGupta, S., & Shaw, R. (2017). Ecosystem-based adaptation: A review of concepts and applications. Climate Policy, 17(1), 75-88.

Emerson, K., & Nabatchi, T. (2015). Collaborative governance regimes. Georgetown University Press.

FAO. (2020). The state of the world's forests 2020: Forests, biodiversity and people. Food and Agriculture Organization.

Folke, C., et al. (2005). Adaptive governance of social-ecological systems. Annual Review of Environment and Resources, 30, 441-473.

Friess, D. A., et al. (2019). Global trends in mangrove forest restoration. Nature Sustainability, 2, 1-7.

Howlett, M., Ramesh, M., & Perl, A. (2020). Studying public policy: Policy cycles and policy subsystems. University of Toronto Press.

Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan. (2021). Rencana aksi nasional pengelolaan mangrove. Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan Republik Indonesia.

Mardianton, A., et al. (2024). Governance structures and ecotourism development in mangrove areas. Journal of Sustainable Tourism.

Miles, M. B., Huberman, A. M., & Saldana, J. (2014). Qualitative data analysis: A methods sourcebook. SAGE Publications.

Ostrom, E. (1990). Governing the commons: The evolution of institutions for collective action. Cambridge University Press.

Ostrom, E. (2010). The challenge of common-pool resources. Environment: Science and Policy for Sustainable Development, 52(4), 8-25.

Prihadi, J., et al. (2024). Institutional dimensions of sustainable mangrove management in Indonesia. Forest Policy and Economics.

Scheyvens, R. (1999). Ecotourism and the empowerment of local communities. Tourism Management, 20(2), 245-249.

Susana, A., et al. (2020). Enhancing community participation in mangrove conservation: Lessons learned from Indonesia. Environmental Science & Policy.

The International Ecotourism Society. (2015). Ecotourism: Principles, practices, and policies for sustainability.

Weible, C. M., & Sabatier, P. A. (2018). Theories of the policy process. Westview Press.

Worthington, T., & Spalding, M. (2023). Sustainable management of mangrove ecosystems: Challenges and opportunities. Global Ecology and Conservation, 45, e02217.

Published

2026-04-30