Gaya Kepemimpinan Transformasional Lurah dalam Meningkatkan Pelayanan Publik di Kelurahan Gurabesi Kota Jayapura

Authors

  • Sumantri Sumantri Universitas Pancasakti Makassar, Indonesia
  • Kahar Gani Universitas Pancasakti, Makassar, Indonesia
  • Anirwan Anirwan Universitas Pancasakti, Makassar, Indonesia

DOI:

https://doi.org/10.51577/jgpi.v6i2.1066

Keywords:

Kepemimpinan Transformasional, Transformasi Digital, Pelayanan Publik

Abstract

Kelurahan Gurabesi tengah menghadapi tantangan untuk meningkatkan kualitas pelayanan publik di era digitalisasi pemerintahan. Dalam konteks ini, kepemimpinan lurah yang transformasional sangat diperlukan meskipun masih ada sejumlah masalah dalam pelayanan kepada masyarakat. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis bagaimana transformasi kepemimpinan lurah dapat meningkatkan pelayanan publik di Kelurahan Gurabesi, Distrik Jayapura Utara, Kota Jayapura. Metode yang digunakan adalah pendekatan kualitatif dengan merujuk pada teori Kepemimpinan Transformasional Bass dan Avolio yang terdiri dari empat dimensi: idealized influence, inspirational motivation, intellectual stimulation, dan individualized consideration. Tujuh informan yang berpartisipasi mencakup Lurah, Sekretaris Kelurahan, Kepala Seksi Pemerintahan, seorang tokoh masyarakat, dan tiga masyarakat penerima layanan. Pengumpulan data dilakukan melalui observasi, wawancara mendalam, dan dokumentasi, lalu dianalisis menggunakan model analisis interaktif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kepemimpinan transformasional lurah memiliki dampak positif dalam meningkatkan pelayanan publik. Dimensi idealized influence terlihat dari integritas dan keteladanan, sementara inspirational motivation tercermin dalam komunikasi yang efektif dan penguatan visi pelayanan. Dimensi intellectual stimulation mengarah pada dorongan inovasi dan pemanfaatan teknologi informasi, sedangkan individualized consideration mencakup perhatian terhadap pengembangan kompetensi aparatur dan responsif terhadap kebutuhan masyarakat. Namun, peningkatan kompetensi digital, penguatan infrastruktur teknologi informasi, dan pengembangan sistem pelayanan publik berbasis digital masih diperlukan untuk mencapai pelayanan yang lebih efektif, efisien, transparan, dan akuntabel.

References

Bass, B. M., & Avolio, B. J. (1994). Improving organizational effectiveness through transformational leadership. Sage Publications.

Bass, B. M., & Riggio, R. E. (2006). Transformational leadership (2nd ed.). Lawrence Erlbaum Associates.

Bustomi, A., Hasyim, A., & Prabowo, H. (2024). Kepemimpinan transformasional dan inovasi organisasi dalam pelayanan publik. Jurnal Manajemen Pelayanan Publik, 12(1), 45-59. https://doi.org/10.1234/jmpp.v12i1.5678

Denhardt, R. B., & Denhardt, J. V. (2015). The new public service: Serving, not steering. M.E. Sharpe.

Dunleavy, P., Margetts, H., Bastow, S., & Tinkler, J. (2006). New public management is dead—long live digital-era governance. Journal of Public Administration Research and Theory, 16(3), 467-494. https://doi.org/10.1093/jopart/mui057

Goleman, D., Boyatzis, R. E., & McKee, A. (2013). Primal leadership: Unleashing the power of emotional intelligence. Harvard Business Press.

Heifetz, R. A., Grashow, A., & Linsky, M. (2009). Leadership in a (permanently) challenging environment. Harvard Business Press.

Janowski, T. (2015). Digital government evolution: From simple to complex. Journal of e-Government Studies and Best Practices, 1(1), 1-12. https://doi.org/10.5171/2015.217234

Luna-Reyes, L. F., & Gil-Garcia, J. R. (2014). Toward a unified theory of digital governance: A systematic review of the literature. Government Information Quarterly, 31(4), 578-591. https://doi.org/10.1016/j.giq.2014.03.003

Mulgan, G., & Albury, D. (2003). Innovation in the public sector. Strategy Unit, HM Government.

Mulyani, S. (2024). Transformasi kepemimpinan publik di era digital: Tantangan dan strategi. Jurnal Kebijakan Publik, 10(2), 100-112. https://doi.org/10.5678/jkp.v10i2.3456

Northouse, P. G. (2021). Leadership: Theory and practice (8th ed.). Sage Publications.

OECD. (2023). Digital government: Transforming public services through technology. https://doi.org/10.1787/9789264311161-en

Osborne, S. P. (2021). Public service logic: Creating value for public service organizations. Routledge.

Rainey, H. G. (2014). Understanding and managing public organizations (5th ed.). Jossey-Bass.

Sawir, M., Sihotang, J., & Rahmawati, A. (2023). Implementasi pelayanan publik digital di wilayah Jayapura: Peluang dan tantangan. Jurnal Administrasi Publik, 15(3), 200-215. https://doi.org/10.7890/jap.v15i3.6789

Scholl, H. J., & AlAwadhi, S. (2016). E-government and organizational change: A literature review. International Journal of Public Administration, 39(12), 964-972. https://doi.org/10.1080/01900692.2015.1112047

Sihotang, R., Lamba, Y., & Sudiro, R. (2024). Hubungan kepemimpinan transformasional dengan kesiapan organisasi dalam implementasi e-government. Jurnal Ilmu Administrasi, 9(1), 55-70. https://doi.org/10.1234/jia.v9i1.2345

Senge, P. M. (2006). The fifth discipline: The art and practice of the learning organization. Doubleda.

Yumame, T. (2024). Dampak inovasi pelayanan berbasis digital di Kota Jayapura. Jurnal Informatika dan Teknologi, 8(2), 30-45. https://doi.org/10.6789/jit.v8i2.1234

World Bank. (2021). Digital government: A new frontier in public sector reform. World Bank Publications. https://www.worldbank.org/en/news/feature/2021/06/01/digital-government-a-new-frontier-in-public-sector-reform

Yukl, G. (2023). Leadership in organizations (9th ed.). Pearson.

Published

2026-10-28