Mandat Pusat, Kapasitas Administratif, dan Komitmen Politik: Kebijakan Sampah Plastik Kabupaten Mamuju
DOI:
https://doi.org/10.51577/jgpi.v6i2.1132Keywords:
kepatuhan minimum, mandat pusat, kapasitas administratif, komitmen politik, sampah plastikAbstract
Pemerintah pusat mendorong daerah membatasi plastik sekali pakai sekaligus menghentikan praktik pembuangan terbuka di tempat pemrosesan akhir, tetapi respons kabupaten yang bergantung pada transfer pusat belum banyak dikaji. Penelitian ini bertujuan menjelaskan bagaimana mandat pusat, kapasitas administratif, dan komitmen politik membentuk kebijakan sampah plastik Kabupaten Mamuju pada 2017–2026. Penelitian menggunakan studi kasus kualitatif berbasis dokumen dengan perbandingan terstruktur terhadap Kabupaten Majene dan Kabupaten Polewali Mandar. Sebanyak 47 dokumen berupa regulasi, rilis resmi, data keuangan daerah, dan pemberitaan, bersama literatur ilmiah, dianalisis melalui pengodean deduktif berdasarkan ketiga penentu dan model ambiguitas-konflik Matland, lalu disusun dalam matriks kronologis delapan titik keputusan. Matriks tersebut diuji dengan penelusuran proses (process tracing) melalui uji hoop dan smoking gun terhadap tiga proposisi dan empat penjelasan tandingan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pusat menegakkan sanksi secara tegas tetapi dengan tenggat yang berubah-ubah, sehingga pemerintah kabupaten merespons dengan kepatuhan minimum di tempat pemrosesan akhir. Kapasitas administratif yang terbatas dan ketergantungan fiskal mendorong pengalihan beban ke pemerintah provinsi serta ke kelurahan, pelaku usaha, dan rumah tangga. Pada tahap penanganan di hilir, pembenahan didorong oleh sanksi pusat, sedangkan blokade warga baru menghasilkan dialog; pada tahap pengurangan di hulu, surat edaran pengurangan plastik bertahan sejak 2023 tanpa pengawasan karena mandatnya tidak memaksa dan tidak ada konflik yang mendorong perubahan. Penelitian ini menyimpulkan bahwa kepatuhan minimum dibentuk bersama oleh pusat dan daerah, dan bahwa satu kebijakan dapat sekaligus bersifat simbolik di hilir dan eksperimental di hulu. Konsistensi jadwal dari pusat dan penguatan instrumen hulu di daerah diperlukan.
References
Anugraha, I. S., Alwi, A., & Susanti, G. (2020). Manajemen konflik dalam pelaksanaan program Gerakan Mamuju Mapaccing di Kabupaten Mamuju. JAKPP (Jurnal Analisis Kebijakan & Pelayanan Publik), 6(1), 35–48. doi:10.31947/jakpp.v6i1.8185
Blolo, Y. K. (2021). Implementasi kebijakan pengurangan penggunaan kantong plastik di Kota Denpasar. SOROT: Jurnal Ilmu-Ilmu Sosial, 16(1), 13–24. doi:10.31258/sorot.16.1.13-24
Bowen, G. A. (2009). Document analysis as a qualitative research method. Qualitative Research Journal, 9(2), 27–40. doi:10.3316/QRJ0902027
Collier, D. (2011). Understanding process tracing. PS: Political Science & Politics, 44(4), 823–830. doi:10.1017/S1049096511001429
Dauvergne, P., & Islam, S. (2023). The politics of anti-plastics activism in Indonesia and Malaysia. Cambridge Prisms: Plastics, 1, e1. doi:10.1017/plc.2023.3
Dharmanu Yudartha, I. P., Yuwono, T., & Suwitri, S. (2026). Waste management in developing countries: A systematic literature review of policy implementation. Frontiers in Environmental Science, 14, 1812062. doi:10.3389/fenvs.2026.1812062
Fariz, R. D. A., Muis, R., Anggraini, N., Rachman, I., & Matsumoto, T. (2024). Good environmental governance roles in sustainable solid waste management in Indonesia: A review. Journal of Community Based Environmental Engineering and Management, 8(1), 45–56. doi:10.23969/jcbeem.v8i1.12035
Gafur, A., Mappasere, F., Parawu, H. E., Nasrulhaq, Fatmawati, & Samad, M. A. (2023). Collaborative leadership in waste management: A case study of Watampone City, Indonesia. Public Governance, Administration and Finances Law Review, 8(2), 109–124. doi:10.53116/pgaflr.7016
Hidayat, T. A., Kambo, G., & Imran, M. (2026). Ekologi politik pengelolaan sampah: Konflik negara, masyarakat, dan lingkungan di TPA Binuang Polewali Mandar. Journal of Peace, Security and Democracy, 2(1), 79–94. Diakses dari https://journal.unhas.ac.id/index.php/jpsd
Husain, I. A., & Hertati, D. (2023). Implementasi kebijakan pengurangan penggunaan kantong plastik. Jurnal Kebijakan Publik, 14(2), 233–241. doi:10.31258/jkp.v14i2.8248
Indriawati, S., & Hasmarini, M. I. (2025). Analisis kemandirian fiskal berdasarkan struktur pendapatan daerah kabupaten dan kota Provinsi Jawa Tengah. Management Studies and Entrepreneurship Journal, 6(6), 633–641. doi:10.37385/msej.v6i6.9593
Islami, S. S., Purnamasari, I., & Seran, G. G. (2020). Implementasi kebijakan Peraturan Wali Kota Bogor Nomor 61 Tahun 2018 tentang pengurangan penggunaan kantong plastik di Kota Bogor. Jurnal Governansi, 6(1), 1–8. doi:10.30997/jgs.v6i1.2566
Kamaruddin, H., Maskun, Patittingi, F., Assidiq, H., Bachril, S. N., & Al Mukarramah, N. H. (2022). Legal aspect of plastic waste management in Indonesia and Malaysia: Addressing marine plastic debris. Sustainability, 14(12), 6985. doi:10.3390/su14126985
Kumara, I. B. P., Supeno, E., & Wardiyanto, B. (2022). Local government capacity in implementing single-use plastic ban policy in Bali Province. DiA: Jurnal Administrasi Publik, 20(2), 146–169. doi:10.30996/dia.v20i02.6663
Lestari, N., & As'ari, H. (2022). Implementasi kebijakan pengurangan penggunaan kantong plastik di Kabupaten Siak (studi pada kawasan objek wisata, pasar tradisional dan kantor pemerintah). Publika: Jurnal Ilmu Administrasi Publik, 8(1), 43–58. doi:10.25299/jiap.2022.vol8(1).9213
Mabayo, V. I. F. (2025). The politics of banning plastics: Lessons in policy effectiveness, public perception, and unintended consequences in select Southeast Asian countries. GeoJournal, 90(6), 289. doi:10.1007/s10708-025-11539-7
Matland, R. E. (1995). Synthesizing the implementation literature: The ambiguity-conflict model of policy implementation. Journal of Public Administration Research and Theory, 5(2), 145–174. doi:10.1093/oxfordjournals.jpart.a037242
Misrawati, K., & Zaim, Z. (2024). Semi-aerobic landfill system as alternative solution for Indonesian landfill. Jurnal Ilmu Lingkungan, 22(6), 1400–1411. doi:10.14710/jil.22.6.1400-1411
Muldiana, D. Y., Dharmawan, A. H., Nurrochmat, D. R., & Boer, R. (2026). Decoupling and resistance: Local responses to global environmental norms in Indonesia's palm oil sector. Sustainability, 18(8), 3999. doi:10.3390/su18083999
Nurratri, J. P., Prasetya, C. M., & Rasuli, J. F. H. (2024). Comparative analysis of plastic waste management strategies: A case study of Indonesia and Malaysia 2018–2023. Journal Publicuho, 7(2), 504–514. doi:10.35817/publicuho.v7i2.384
Post, L. A., Raile, A. N. W., & Raile, E. D. (2010). Defining political will. Politics & Policy, 38(4), 653–676. doi:10.1111/j.1747-1346.2010.00253.x
Ratnasari, S., Mizuno, K., Herdiansyah, H., & Simanjutak, E. G. H. (2023). Enhancing sustainability development for waste management through national–local policy dynamics. Sustainability, 15(8), 6560. doi:10.3390/su15086560
Rodríguez-Pose, A., & Vidal-Bover, M. (2024). Unfunded mandates and the economic impact of decentralisation. When finance does not follow function. Political Studies, 72(2), 652–676. doi:10.1177/00323217221136666
Sasmito, L., Supranoto, Indriastuti, S., Prayitno, H., & Sawir, M. (2026). From symbolic compliance to strategic action: Local governance and the implementation of Indonesia's stunting reduction policy. SN Social Sciences, 6(5), 165. doi:10.1007/s43545-026-01448-y
Shabarudin, S., & Thamrin, H. (2025). Factors contributing to the failure of environmental governance in waste management at the regional level. Unifikasi: Jurnal Ilmu Hukum, 12(1), 36–47. doi:10.25134/unifikasi.v12i01.1023
Subekti, R. (2023). A circular economy-based plastic waste management policy in Indonesia (compared to China and EU). Yustisia Jurnal Hukum, 12(2), 168–184. doi:10.20961/yustisia.v12i2.72177
Suhardi, U. U., Tenriwaru, N., Fitriah, M., & Nasiruddin, N. (2026). Open government data, legal obligations, and administrative capacity: Bridging the gap between policy and practice. JGov: Journal of Governmentality, 2(1), 52–66. doi:10.54144/jgov.v2i1.5
Sujarwoto, S., Salsabilla, S. A., Ratri, D. R., & Maharani, A. (2026). From policy presence to policy performance: Adaptive improvisation and the everyday politics of plastic burning bans in rural Indonesia. Environmental Policy and Governance. Advance online publication. doi:10.1002/eet.70136
Tenriwaru, N., Suhardi, U. U., & Ramli, S. A. (2025). Analisis bibliometrik pengelolaan sampah plastik laut di Indonesia. Journal Scientific of Mandalika, 6(12), 4556–4568. Diakses dari https://ojs.cahayamandalika.com/index.php/jomla
Wu, X., Ramesh, M., & Howlett, M. (2015). Policy capacity: A conceptual framework for understanding policy competences and capabilities. Policy and Society, 34(3–4), 165–171. doi:10.1016/j.polsoc.2015.09.001
Yin, R. K. (2018). Case study research and applications: Design and methods (6th ed.). Thousand Oaks, CA: SAGE.
Yuwono, T., & Hanani, R. (2025). Waste management in decentralized Indonesia: Policy coherence and multi-level governance in Yogyakarta. Acta Innovations, 56, 1–12. doi:10.62441/actainnovations.v56i.469
Zahrah, Y., Yu, J., & Liu, X. (2024). How Indonesia's cities are grappling with plastic waste: An integrated approach towards sustainable plastic waste management. Sustainability, 16(10), 3921. doi:10.3390/su16103921
Zhou, V. S., & Schubert, G. (2025). Minimum compliance in local policy implementation in contemporary China: The case of municipal solid waste management. The China Quarterly, 264, 993–1011. doi:10.1017/S0305741025101148
Published
Issue
Section
Copyright (c) 2026 Journal of Governance and Policy Innovation

This work is licensed under a Creative Commons Attribution 4.0 International License.






