Dampak Pemekaran Kementerian terhadap Kecepatan Pelayanan Publik: Tinjauan Aturan Tata Kerja Pemerintah

Authors

  • Achmad Amzal Maulana Universitas Pancasakti Makassar, Indonesia
  • Qamal Qamal Universitas Pancasakti Makassar, Indonesia
  • Minawara Minawara Universitas Pancasakti Makassar, Indonesia

DOI:

https://doi.org/10.51577/jgpi.v6i2.1134

Keywords:

Pemekaran Kementerian, Pelayanan Publik, Tata Kerja Pemerintah, Birokrasi, Regulasi SOTK

Abstract

estrukturisasi kabinet melalui pemekaran kementerian menghadirkan dilema antara penajaman fokus isu strategis nasional dan risiko inefisiensi administrasi publik. Penelitian ini bertujuan menganalisis dampak pemekaran kementerian terhadap kecepatan pelayanan publik melalui tinjauan aturan tata kerja pemerintah. Pendekatan yang digunakan adalah kualitatif deskriptif berbasis telaah dokumen kebijakan, meliputi Undang-Undang Kementerian Negara, Peraturan Presiden mengenai Struktur Organisasi dan Tata Kerja (SOTK), serta pedoman tata laksana lintas sektor. Data dianalisis menggunakan teknik analisis isi kualitatif untuk mengidentifikasi potensi tumpang tindih kewenangan, hierarki koordinasi, dan friksi prosedural. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pemekaran kementerian memicu fase transisi kelembagaan yang kompleks terkait penataan regulasi internal, redistribusi aparatur, dan pemindahan aset. Ditemukan potensi tumpang tindih fungsi antara kementerian koordinator, kementerian hasil pemekaran, dan kementerian teknis eksisting, khususnya pada rantai perizinan terpadu. Penambahan pos struktural memperpanjang rantai komando vertikal maupun horizontal, yang pada fase awal menurunkan kecepatan respons layanan akibat kekosongan petunjuk teknis operasional. Namun, akselerasi pelayanan dapat dicapai melalui ketegasan batas kewenangan, pemangkasan formalisme birokrasi, dan penguatan integrasi sistem digital antar-instansi. Kajian ini menyimpulkan bahwa efektivitas kelembagaan ditentukan oleh kejelasan aturan tata kerja yang adaptif, bukan sekadar banyaknya pos kementerian. Pemerintah disarankan segera menetapkan regulasi operasional terpadu dan standar pelayanan minimal lintas sektor guna mencegah degradasi mutu layanan selama masa transisi.

References

Bouckaert, G., Peters, B. G., & Verhoest, K. (2010). The coordination of public sector organizations: Shifting patterns of public management. Palgrave Macmillan.

Bowen, G. A. (2009). Document analysis as a qualitative research method. Qualitative Research Journal, 9(2), 27–40. https://www.emerald.com/insight/content/doi/10.3316/QRJ0902027/full/html

Bungin, B. (2017). Metodologi penelitian kualitatif: Aktualisasi metodologis ke arah ragam varian kontemporer. Rajawali Pers.

Christensen, T., & Lægreid, P. (2007). The whole-of-government approach to public sector reform. Public Administration Review, 67(6), 1059–1066. https://onlinelibrary.wiley.com/doi/10.1111/j.1540-6210.2007.00797.x

Christensen, T., Lægreid, P., & Rovik, K. A. (2019). Organization theory and the public sector: Instrument, culture and myth (2nd ed.). Routledge.

Creswell, J. W., & Poth, C. N. (2018). Qualitative inquiry and research design: Choosing among five approaches (4th ed.). SAGE Publications.

Dunn, W. N. (2018). Public policy analysis: An integrated approach (6th ed.). Routledge.

Dwiyanto, A. (2006). Reformasi birokrasi publik di Indonesia. Gadjah Mada University Press.

Dwiyanto, A. (2018). Administrasi publik: Desentralisasi kelembagaan dan aparatur sipil negara. Gadjah Mada University Press.

Hsieh, H.-F., & Shannon, S. E. (2005). Three approaches to qualitative content analysis. Qualitative Health Research, 15(9), 1277–1288. https://journals.sagepub.com/doi/10.1177/1049732305276687

Krippendorff, K. (2018). Content analysis: An introduction to its methodology (4th ed.). SAGE Publications.

Lincoln, Y. S., & Guba, E. G. (1985). Naturalistic inquiry. SAGE Publications.

Mietzner, M. (2014). Indonesia’s 2014 elections: How Jokowi won and democracy survived. Contemporary Southeast Asia, 36(2), 229–254. https://www.journalofdemocracy.org/articles/indonesias-2014-elections-how-jokowi-won-and-democracy-survived/

Miles, M. B., Huberman, A. M., & Saldaña, J. (2014). Qualitative data analysis: A methods sourcebook (3rd ed.). SAGE Publications.

Moleong, L. J. (2021). Metodologi penelitian kualitatif (Edisi Revisi). Remaja Rosdakarya.

Osborne, D., & Gaebler, T. (1992). Reinventing government: How the entrepreneurial spirit is transforming the public sector. Addison-Wesley Publishing Company.

Peters, B. G. (2018). The politics of bureaucracy: An introduction to comparative public administration (7th ed.). Routledge.

Pollitt, C., & Bouckaert, G. (2017). Public management reform: A comparative analysis - into the age of austerity (4th ed.). Oxford University Press.

Pramusinto, A. (2006). Inovasi-inovasi pelayanan publik untuk pengembangan ekonomi lokal: Pengalaman beberapa daerah. Jurnal Kebijakan dan Administrasi Publik, 10(1), 1–17. https://journal.ugm.ac.id/jkap/article/view/8315

Prasojo, E. (2020). Memimpin reformasi birokrasi: Kompleksitas dan dinamika perubahan birokrasi Indonesia. Prenada Media.

Prasojo, E., & Kurniawan, T. (2008). Reformasi birokrasi dan good governance: Kasus best practices dari sejumlah daerah di Indonesia. Jurnal Kebijakan dan Administrasi Publik, 12(1), 1–15. https://journal.ugm.ac.id/jkap/article/view/8351

Republik Indonesia. (2009). Undang-Undang Nomor 25 Tahun 2009 tentang Pelayanan Publik. Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2009 Nomor 112. https://peraturan.bpk.go.id/Details/38748/uu-no-25-tahun-2009

Republik Indonesia. (2022). Peraturan Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi Nomor 7 Tahun 2022 tentang Sistem Kerja pada Instansi Pemerintah untuk Penyederhanaan Birokrasi. Berita Negara Republik Indonesia Tahun 2022 Nomor 320. https://jdih.menpan.go.id/dokumen-hukum/permen/320

Republik Indonesia. (2024). Undang-Undang Nomor 61 Tahun 2024 tentang Perubahan atas Undang-Undang Nomor 39 Tahun 2008 tentang Kementerian Negara. Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2024 Nomor 225. https://peraturan.bpk.go.id/Details/299839/uu-no-61-tahun-2024

Slater, D. (2018). Party cartelization, Indonesian-style: Presidential power-sharing and the contingency of democratic opposition. Journal of East Asian Studies, 18(1), 23–46. https://www.cambridge.org/core/journals/journal-of-east-asian-studies/article/party-cartelization-indonesianstyle-presidential-powersharing-and-the-contingency-of-democratic-opposition/1F94822ADC024F3D75F0666350FB9F14

Sugiyono. (2019). Metode penelitian kuantitatif, kualitatif, dan R&D. Alfabeta.

Torfing, J., & Ansell, C. (2017). Strengthening political leadership and policy innovation through the expansion of collaborative forms of governance. Public Management Review, 19(1), 37–54. https://www.tandfonline.com/doi/full/10.1080/14719037.2016.1200662

Published

2026-10-28