https://journal.intelekmadani.org/index.php/jhqd/issue/feed Journal of Health Quality Development 2026-06-30T01:02:45+00:00 Irwan, S.KM.,M.Adm.Kes jhqd.im@gmail.com Open Journal Systems <p><img src="https://journal.intelekmadani.org/public/site/images/admin/1690611225-jhqd-lengkap.png" alt="" width="1010" height="336" /></p> https://journal.intelekmadani.org/index.php/jhqd/article/view/980 Tingkat Kepuasan Pengunjung Dipengaruhi oleh Kualitas Pelayanan Kesehatan pada Unit Pelaksana Kesehatan di Kota Kendari 2026-06-06T06:07:00+00:00 Nur Iman inang.itc88@gmail.com <p>Tingkat kesempurnaan pelayanan pegawai yang diberikan sesuai dengan standar yang berlaku menjadi faktor penting dalam menentukan tingkat kepuasan pengunjung. Beberapa faktor yang menyebabkan buruknya kualitas pelayanan kesehatan di puskesmas Abeli kota Kendari, yaitu terbatasnya sumber daya manusia, kompetensi tenaga kesehatan, fasilitas dan peralatan medis yang memadai sehingga menghambat proses diagnosis dan pengobatan pengunjung secara efektif. Hal tesebut menjadi perhatian terhadap kepuasan masyarakat sebagai pengunjung di puskesmas tersebut untuk menerima palayanan kesehatan yang mereka butuhkan. Sehingga penelitian ini bertujuan untuk mengetahui dampak yang ditimbulkan oleh kualitas pelayanan pegawai dengan kepuasan pengunjung pada sistem pelayanan kesehatan di Unit Pelaksana Teknis Daerah (UPTD) Puskesmas Abeli di Kota Kendari sebagai tempat studi penelitian ini dilakukan. Jenis penelitian kuantitatif bermotif desain cross-sectional digunakan dalam penelitian ini. Sampel sebanyak 72 responden yang dipilih menggunakan teknik accidental sampling. Pengumpulan data dilakukan dengan menggunakan kuesioner dan skala likert. Metode pengolahan data mengunakan model analisis bivariat. Hasil penelitian menunjukkan bahwa masih cukup besar nilai yang ditunjukan responden terhadap kualitas pelayanan yaitu sebesar 79,2% dalam hal ini masih dalam kategori baik dan tingkat kepuasan pengunjung dengan nilai presentase sebesar 59,7% yaitu berada pada kategori cukup puas. Berdasarkan hasil uji Chi-Square diperoleh nilai p = 0,000 (&lt; 0,05), yang berarti bahwa terdapat dampak yang signifikan antara kualitas pelayanan pegawai dengan kepuasan pengunjung pada pelayanan kesehatan tersebut. Hasil ini menunjukkan bahwa semakin baik kualitas pelayanan pegawai yang diberikan, maka semakin tinggi tingkat kepuasan pengunjung. Hasil ini merekomendasikan agar pihak puskesmas terus meningkatkan kompetensi sumberdaya manusia organisasi serta mempertahankan empati dalam memberikan pelayanan terbaik dimasa mendatang.</p> 2026-06-30T00:00:00+00:00 Copyright (c) 2026 Journal of Health Quality Development (JHQD) https://journal.intelekmadani.org/index.php/jhqd/article/view/954 Pengaruh Pemberian Sari Kacang Hijau (Vigna Radiata) dan Susu Kedelai (Glycine Max) Terhadap Peningkatan Kelancaran Asi pada Ibu Menyusui di Puskesmas Pattingalloang Tahun 2024 2026-04-20T12:25:16+00:00 Irmawati S chimma.adiban2@gmail.com Rosdianah Rosdianah nana.aswan15@gmail.com Muh Yunus muhyunusnabbi@gmail.com <p>Latar Belakang: ASI merupakan sumber lemak dan protein yang penting bagi pertumbuhan dan nutrisi bayi. Kuantitas ASI yang dikonsumsi oleh bayi dan kandungan gizi dalam ASI sering digunakan untuk menilai kecukupan gizi selama proses menyusui. Ibu yang mengalami kesulitan dalam proses laktasi adalah salah satu penyebab kurangnya pemberian ASI eksklusif. Tujuan: Untuk mengetahui Pengaruh Pemberian Sari Kacang Hijau (Vigna Radiata) Dan Susu Kedelai (Glycine Max) Terhadap peningkatan Kelancaran Asi Pada Ibu Menyusui di Puskesmas Pattingalloang. Metode penelitian: Metode penelitian ini menggunakan pendekatan literature review yang mengkaji studi-studi terdahulu, study case ini berfokus pada pengumpulan analis, dan sintesis literatur. Sampel pada studi kasus ini yaitu 2 orang ibu menyusui, sampel dipilih dengan kriteria ibu menyusui yang mengalami ASI tidak lancar, ibu tidak meminum obat atau suplemen peningkat ASI, dan tidak memberikan bayinya susu formula. Pengambilan kasus ini menggunakan lembar observasi dan lembar kuesioner yang berisi indikator kelancaran ASI sebagai alat ukur pengambilan kasus. Hasil penelitian: Diketahui bahwa ada pengaruh dari pemberian intervensi sari kacang hijau dan susu kedelai terhadap peningkatan kelancaran ASI pada ibu menyusui. Kesimpulan: Ada pengaruh pemberian intervensi sari kacang hijau dan susu kedelai terhadap peningkatan kelancaran ASI akan tetapi pemberian intervensi sari kacang hijau lebih efektif meningkatkan produksi ASI dibandingkan pemberian intervensi susu kedelai pada ibu menyusui.</p> 2026-06-30T00:00:00+00:00 Copyright (c) 2026 Journal of Health Quality Development (JHQD) https://journal.intelekmadani.org/index.php/jhqd/article/view/994 Analisis Manajemen Logistik Obat di Apotek Chacha Medan 2026-06-18T22:21:44+00:00 Fitri Annisa fitriannisa2004@gmail.com Nabilla Suci Ramadhani nabilasuciramadhani@gmail.com Jelita Nazwa Utami jelitanazwautami@gmail.com Adelia Putri Maharani adeliaputrimaharani@gmail.com Unaisah Annufaisah Nuh Siregar unaisah@gmail.com Rapotan Hasibuan rapotanhasibuan@gmail.com <p>Manajemen logistik obat merupakan komponen penting dalam menjamin ketersediaan, mutu, dan keamanan obat di fasilitas pelayanan kefarmasian. Apotek swasta sebagai salah satu penyedia layanan kesehatan primer dituntut mampu mengelola logistik obat secara efektif untuk mendukung pelayanan kepada masyarakat dan menjaga ketersediaan obat sesuai kebutuhan pasien. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pelaksanaan manajemen logistik obat yang meliputi perencanaan, penganggaran, pengadaan, penyimpanan, distribusi, penghapusan dan pemusnahan, pencatatan dan pelaporan, serta monitoring dan evaluasi di Apotek Chacha Medan tahun 2026. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dengan desain deskriptif. Informan penelitian terdiri atas seorang apoteker sekaligus pemilik apotek sebagai informan kunci dan seorang asisten apoteker sebagai informan pendukung yang dipilih secara <em>purposive sampling</em>. Pengumpulan data dilakukan melalui wawancara mendalam dan observasi. Data dianalisis secara deskriptif melalui tahapan reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan dengan menjaga keabsahan data melalui triangulasi sumber. Hasil penelitian menunjukkan bahwa seluruh tahapan manajemen logistik obat telah dilaksanakan dengan cukup baik, terutama pada aspek perencanaan, pengadaan, penyimpanan, dan distribusi obat. Namun, masih ditemukan beberapa kendala berupa keterbatasan stok dari distributor, pencatatan yang masih dilakukan secara manual, serta belum tersedianya dokumentasi resmi pada proses pemusnahan obat. Secara keseluruhan, manajemen logistik obat di Apotek Chacha Medan telah berjalan cukup baik, namun masih diperlukan optimalisasi dokumentasi dan pemanfaatan teknologi informasi untuk meningkatkan efektivitas pengelolaan logistik obat dan mutu pelayanan kefarmasian.</p> 2026-06-30T00:00:00+00:00 Copyright (c) 2026 Journal of Health Quality Development (JHQD)