https://journal.intelekmadani.org/index.php/papsjournals/issue/feedPharmacology And Pharmacy Scientific Journals2026-06-09T14:50:23+00:00Pertiwi Ishak, S.Farm.,M.Biomedpapsjournals@gmail.comOpen Journal Systems<p><img src="https://journal.intelekmadani.org/public/site/images/admin/1690612506-paps-journals-lengkap.png" alt="" width="925" height="332" /></p>https://journal.intelekmadani.org/index.php/papsjournals/article/view/933Uji Fisik Sediaan Gel Ekstrak Kulit Kayu Manis (Cinnamomum burmannii Blume) sebagai Tabir Surya dengan Variasi Basis Natrium Alginat2026-03-14T20:20:58+00:00Ag. Kirwantoaguskirjamu@gmail.comMuhammad Anugerah Alam Warisalamwaris@poltekkes-solo.ac.id<p>Kulit kayu manis (<em>Cinnamomum burmannii</em> Bl) diketahui memiliki aktivitas tabir surya. Efektivitas penggunaan kulit kayu manis dapat dipermudah dalam sediaan gel. Basis gel yang digunakan yaitu natrium alginat. Tujuan dari penelitian ini untuk mengetahui uji fisik sediaan gel ekstrak kulit kayu manis sebagai tabir surya dengan variasi basis natrium alginat. Pembuatan gel ekstrak kulit kayu manis menggunakan variasi konsentrasi natrium alginat 3%, 6%, 12%. Penelitian ini adalah penelitian secara observasional yaitu mencatat hasil uji fisik sediaan gel ekstrak kulit kayu manis yang meliputi organoleptik, homogenitas, pH, viskositas, daya sebar dan daya lekat. Penelitian ini dimaksudkan untuk mendeskripsikan uji fisik sediaan gel ekstrak kulit kayu manis dengan variasi basis natrium alginat yang disajikan dalam bentuk narasi dan tabel. Hasil dan Kesimpulan dari penelitian ini adalah uji organoleptik menunjukkan bahwa ketiga formulasi memiliki bentuk A cair, B setengah padat dan C padat, berwarna coklat untuk formula I dan formula II dan coklat tua untuk formula III, berbau khas kulit kayu manis. Seluruh formula gel menunjukkan hasil yang homogen. Ketiga formulasi memiliki pH, yaitu 6,1 , 6,4 dan 6,5. Viskositas ketiga formulasi yaitu 300 mPa·s, 457 mPa·s dan 512 mPa·s. Daya sebar formulasi A=9,5 cm, formula B=5,4 cm dan formula C=4,2 cm. Daya lekat formulasi A=1 detik, B=4 detik, dan C=6 detik.</p>2026-06-07T00:00:00+00:00Copyright (c) 2026 Muhammad Anugerah Alam Waris, Ag. Kirwantohttps://journal.intelekmadani.org/index.php/papsjournals/article/view/945Formulasi, Uji Mutu Fisik dan Uji Aktivitas Antioksidan Sediaan Serbuk Instan Ekstrak Umbi Beta vulgaris L.2026-03-30T05:46:14+00:00Muhammad Anugerah Alam Warisalamwaris@poltekkes-solo.ac.idAg. Kirwantoaguskirjamu@gmail.com<p>Beta vulgaris L. adalah tanaman yang kaya akan senyawa bioaktif seperti betalain, flavonoid, dan senyawa fenolik, yang dikenal memiliki aktivitas antioksidan tinggi. Pengembangan produk bubuk instan merupakan strategi untuk meningkatkan stabilitas, kemudahan konsumsi, dan nilai fungsional tanaman. Penelitian ini bertujuan untuk memformulasikan sediaan bubuk instan dari ekstrak umbi B. vulgaris, mengevaluasi kualitas fisiknya, dan menentukan aktivitas antioksidannya menggunakan metode DPPH. Bubuk instan diformulasikan menggunakan maltodekstrin sebagai pembawa. Evaluasi kualitas fisik meliputi uji organoleptik, kadar air, waktu disolusi, sudut tumpukan, dan densitas curah. Aktivitas antioksidan diuji menggunakan metode DPPH dan dinyatakan sebagai nilai IC50. Hasil menunjukkan bahwa semua formula bubuk instan umbi B. vulgaris memenuhi persyaratan uji sifat fisik untuk sediaan bubuk instan. Pengujian aktivitas antioksidan menunjukkan bahwa bubuk instan umbi B. vulgaris memiliki kemampuan menangkap radikal bebas yang dikategorikan kuat dengan nilai IC50 sebesar 130,76 ± 0,42 ppm. Hasil ini menunjukkan bahwa ekstrak umbi B. vulgaris berpotensi untuk dikembangkan sebagai produk minuman fungsional atau suplemen antioksidan alami.</p>2025-06-07T00:00:00+00:00Copyright (c) 2026 Muhammad Anugerah Alam Waris, Ag. Kirwantohttps://journal.intelekmadani.org/index.php/papsjournals/article/view/951Evaluasi Stabilitas Tetes Mata, Sirup, Salep Setelah Penyimpanan di Apotek Ngudi Waluyo2026-04-22T05:57:42+00:00Christina Dwi WidhiastutiDwiWidhiastuti@ggmail.coomTiara Agustinata Haryantotiaraagustinata2000@gmail.comSarwendah Aulia PramestiAuliaPramesti@ggmail.comAriyanti AriyantiAriyanti@ggmail.com<p>Stabilitas obat penting untuk menjaga mutu, keamanan, dan efektivitas terapi, terutama pada obat yang telah digunakan dan disimpan di apotek. Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi stabilitas fisik sediaan sirup, salep, dan tetes mata setelah penyimpanan di Apotek Ngudi Waluyo. Metode penelitian menggunakan deskriptif observasional dengan pendekatan eksperimental laboratorium. Sampel terdiri dari 17 sediaan sirup, 13 sediaan salep, dan 5 sediaan tetes mata. Parameter yang diamati meliputi warna, bau, pH, volume, dan bobot selama empat minggu penyimpanan. Data dianalisis secara deskriptif dan menggunakan uji Kruskal-Wallis. Hasil penelitian menunjukkan seluruh sediaan tetap stabil selama penyimpanan tanpa terjadinya perubahan organoleptis, pH, volume, maupun bobot. Nilai pH sirup berada pada rentang 4-9, salep 4-6, dan tetes mata 6-7 serta tetap konstan selama pengamatan. Uji statistic menunjukkan tidak teradapat perbedaan signifikan pada seluruh parameter yang diuji dengan nilai signifikansi pH sebesar 1,0 (p>0,05), sedangkan volume dan bobot sebesar 0,392 (p>0,05). Sediaan sirup, salep, dan tetes mata yang disimpan di Apotek Ngudi Waluyo memiliki stabilitas fisik yang baik selama empat minggu penyimpanan sehingga tetap aman dan layak digunakan sesuai standar penyimpanan obat.</p>2025-06-07T00:00:00+00:00Copyright (c) 2026 Christina Dwi Widhiastuti, Tiara Agustinata Haryanto, Sarwendah Aulia Pramesti, Ariyanti Ariyantihttps://journal.intelekmadani.org/index.php/papsjournals/article/view/958UJI DAYA HAMBAT EKSTRAK DAUN KAYU JAWA (Lannea coromandelica) TERHADAP PERTUMBUHAN Candida albicans2026-04-26T09:08:00+00:00Ariyani Buangariyanibuang5@gmail.comDeniyati Deniyatideniyatimardiyya@gmail.comRirin Febrianaririnfebriana1@gmail.com<p>Daun kayu jawa (Lannea coromandelica) diketahui mengandung senyawa aktif seperti alkaloid, tanin, flavonoid, dan saponin yang berpotensi menghambat pertumbuhan Candida albicans. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui efektivitas ekstrak daun kayu jawa pada konsentrasi 5% b/v, 10% b/v, dan 15% b/v dalam menghambat pertumbuhan Candida albicans. Penelitian ini merupakan eksperimen laboratorium dengan metode maserasi menggunakan pelarut etanol 96%. Hasil ekstraksi menunjukkan rendemen sebesar 11,47%, dan uji skrining fitokimia mengonfirmasi adanya alkaloid, tanin, flavonoid, dan saponin. Uji daya hambat dilakukan dengan variasi konsentrasi ekstrak (5%, 10%, dan 15% b/v), dengan nistatin sebagai kontrol positif dan DMSO 10% sebagai kontrol negatif. Hasil analisis statistik menggunakan uji ANOVA yang dilanjutkan dengan uji Post Hoc menunjukkan adanya perbedaan yang signifikan antar perlakuan. Rata-rata diameter zona hambat pada konsentrasi 5%, 10%, dan 15% b/v masing-masing sebesar 11,30 mm, 12,82 mm, dan 14,09 mm yang termasuk dalam kategori kuat dan efektif dalam menghambat pertumbuhan Candida albicans. Namun, daya hambat tersebut masih lebih rendah dibandingkan kontrol positif nistatin dengan rata-rata diameter zona hambat sebesar 17,19 mm.</p>2025-06-07T00:00:00+00:00Copyright (c) 2026 Ariyani Buang, Deniyati Deniyati, Ririn Febrianahttps://journal.intelekmadani.org/index.php/papsjournals/article/view/981Formulasi Dan Uji Daya Hambat Sediaan GelHandsanitizer Ekstrak Daun KersenMuntingia calabura L.) Terhadap Pertumbuhan Escherichia coli2026-06-06T01:44:28+00:00Andi Nur Ilmi Adrianaandinurilmi.adriana@unpacti.ac.idMuhammad Arismuh.aris@unpacti.ac.idAsriani AsrianiAsriani@gmail.com<p>Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui sifat fisik sediaan gel handsanitizer ekstrak Daun Kersen (Muntingia calabura L.) dan untuk mengetahui sediaan gel handsanitizer ekstrak Daun Kersen (Muntingia calabura L.) memiliki daya hambat terhadap Escherichia coli. Desain penelitian yang digunakan adalah eksperimental laboratorium yang dilaksanakan di laboratorium tehnologi farmasi dan mikrobiologi jurusan farmasi politeknik kesehatan makassar. Penelitian ini menggunakan ekstrak Daun Kersen yang dibuat dalam bentuk sediaan gel hansanitizer. Hasil penelitian formula sediaan gel handsanitizer yang terdiri dari ekstrak Daun Kersen, CMC-Na, gliserin, propilenglikol dan aquadest. Terdapat 3 konsentrasi yang digunakan dalam penelitian ini yaitu konsentrasi 2% b/v dengan diameter hambatan 7,73 mm, konsentrasi 4% b/v dengan diameter hambatan 9,26 mm, dan konsentrasi 6% b/v dengan diameter hambatan 13,84 mm. Maka dapat disimpulkan bahwa konsentrasi yang efektiv menghambat pertumbuhan Escherichia coli adalah konsentrasi 6% b/v dengan diameter zona hambat 13,84.</p>2025-06-09T00:00:00+00:00Copyright (c) 2026 Andi Nur Ilmi Adriana; Muhammad Aris; Asriani Asriani