Model Penanggulangan Kemiskinan di Kelurahan Biringere Kecamatan Sinjai Utara Kabupaten Sinjai
DOI:
https://doi.org/10.51577/ijipublication.v6i2.1007Keywords:
Penanggulangan Kemiskinan, Bantuan Sosial, Pemberdayaan EkonomiAbstract
Kemiskinan merupakan permasalahan sosial yang bersifat multidimensional dan memerlukan pendekatan penanggulangan yang komprehensif serta berkelanjutan. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis dan mendeskripsikan model penanggulangan kemiskinan di Kelurahan Biringere, Kecamatan Sinjai Utara, Kabupaten Sinjai. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode deskriptif. Data diperoleh melalui wawancara, observasi, dan dokumentasi yang melibatkan pemerintah kelurahan, instansi terkait, tokoh masyarakat, serta masyarakat penerima manfaat program. Analisis data dilakukan melalui reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa model penanggulangan kemiskinan di Kelurahan Biringere dilaksanakan melalui empat pendekatan utama yang saling terintegrasi. Pertama, model bantuan sosial melalui Program Keluarga Harapan (PKH), Bantuan Pangan Non Tunai (BPNT), dan Bantuan Langsung Tunai (BLT) berperan dalam memenuhi kebutuhan dasar masyarakat miskin, meskipun masih bersifat konsumtif dan belum sepenuhnya mendorong kemandirian ekonomi. Kedua, model pemberdayaan ekonomi masyarakat melalui pengembangan usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) dilakukan melalui pelatihan keterampilan, bantuan modal, dan pendampingan usaha yang berkontribusi terhadap peningkatan keterampilan, munculnya usaha baru, dan peningkatan pendapatan masyarakat. Ketiga, model kolaboratif melibatkan pemerintah kelurahan, Dinas Sosial, Bappeda, RT/RW, dan tokoh masyarakat dalam meningkatkan efektivitas pelaksanaan program. Keempat, pemanfaatan Data Terpadu Kesejahteraan Sosial (DTKS) menjadi instrumen utama dalam meningkatkan ketepatan sasaran penerima bantuan. Namun demikian, efektivitas model masih menghadapi kendala berupa keterbatasan pendampingan, akurasi data, dan kapasitas sumber daya manusia. Oleh karena itu, diperlukan penguatan sinergi kelembagaan dan pembaruan data secara berkelanjutan guna meningkatkan keberhasilan program penanggulangan kemiskinan.
References
Amiruddin, A., & Hasim, H. (2023). The contribution of non-cash food assistance programs to improving household welfare in Indonesia. Media Kesejahteraan Sosial, 7(2), 89–102.
Ansell, C., & Gash, A. (2008). Collaborative governance in theory and practice. Journal of Public Administration Research and Theory, 18(4), 543–571. https://doi.org/10.1093/jopart/mum032
Barrientos, A. (2010). Social protection and poverty. Social Policy and Development Programme Paper No. 42. United Nations Research Institute for Social Development.
Cahyadie, R., Juanda, B., Fauzi, A., & Kinseng, R. A. (2023). Data integration and targeting accuracy in poverty alleviation programs in Indonesia. Jurnal Bina Praja, 15(3), 411–425.
Devereux, S., & Sabates-Wheeler, R. (2004). Transformative social protection. IDS Working Paper 232. Institute of Development Studies.
Emerson, K., Nabatchi, T., & Balogh, S. (2012). An integrative framework for collaborative governance. Journal of Public Administration Research and Theory, 22(1), 1–29. https://doi.org/10.1093/jopart/mur011
Fahriza, A., & Nurrahman, N. (2026). Collaborative governance and local poverty reduction: Evidence from Indonesian local governments. Public Sector Studies Journal, 8(1), 33–49.
Feoh, G., Lambelanova, R., & Tarigan, A. (2025). Collaborative governance in poverty alleviation policy implementation at the local government level. ESA: Journal of Public Administration, 6(1), 55–70.
Gasior, K., Wright, G., Barnes, H., & Noble, M. (2024). Adaptive social protection and poverty reduction: Lessons for developing countries. Social Policy & Administration, 58(4), 623–641.
Hanandita, W., & Tampubolon, G. (2016). Does multidimensional poverty measurement provide useful policy insights? Evidence from Indonesia. Social Indicators Research, 127(1), 49–67. https://doi.org/10.1007/s11205-015-1044-0
Kabeer, N. (1999). Resources, agency, achievements: Reflections on the measurement of women's empowerment. Development and Change, 30(3), 435–464. https://doi.org/10.1111/1467-7660.00125
Lawelai, H., & Nurmandi, A. (2023). The model of collaborative governance in addressing poverty in Indonesia. Jurnal Ranah Publik Indonesia Kontemporer, 1(1), 1–14.
Mardikanto, T., & Soebiato, P. (2019). Pemberdayaan masyarakat dalam perspektif kebijakan publik. Bandung: Alfabeta.
Priambodo, A., & Djirimu, M. (2024). The impact of village funds, social assistance, and government credit programs on poverty reduction in Indonesia. Jurnal Bina Praja, 16(1), 1–15.
Rahmadevi, R., & Hertati, D. (2024). Collaborative governance in empowering micro, small, and medium enterprises (MSMEs) for community economic development. Heliyon, 10(18), e36564. https://doi.org/10.1016/j.heliyon.2024.e36564
Simangunsong, F., & Sihotang, R. (2023). The effectiveness of social assistance programs in reducing poverty among vulnerable households in Indonesia. Local Economy Journal, 2(1), 45–58.
Suharto, E. (2021). Kemiskinan dan perlindungan sosial di Indonesia. Bandung: Alfabeta.
Widyaningsih, N., Ruhmaniyati, R., & Toyamah, N. (2023). Data Terpadu Kesejahteraan Sosial (DTKS) and social assistance targeting in Indonesia. Jurnal Ekonomi dan Pembangunan, 31(2), 145–160.
Widyawati, W., Sangkala, S., & Rusdi, M. (2026). Integrative governance for extreme poverty alleviation in Jeneponto Regency of Indonesia. Discover Sustainability, 7(691). https://doi.org/10.1007/s43621-026-03108-w
World Bank. (2024). Poverty, prosperity, and planet report 2024: Pathways out of the polycrisis. Washington, DC: World Bank.
Published
Issue
Section
Copyright (c) 2026 Indonesian Journal of Intellectual Publication (IJI Publication)

This work is licensed under a Creative Commons Attribution 4.0 International License.






