Analisis Kebijakan Publik dalam Perspektif Tata Kelola Pemerintahan Modern
DOI:
https://doi.org/10.51577/ijipublication.v6i2.873Keywords:
Kebijakan Publik, Tata Kelola Pemerintahan Modern, Digital Governance, Kolaborasi KebijakanAbstract
Penelitian ini bertujuan menganalisis kebijakan publik dalam perspektif tata kelola pemerintahan modern yang menekankan prinsip kolaborasi, transparansi, akuntabilitas, partisipasi, dan adaptabilitas. Pergeseran paradigma dari government menuju governance telah mengubah proses kebijakan publik dari pola hierarkis menjadi berbasis jejaring (network governance), yang melibatkan berbagai aktor, termasuk pemerintah, masyarakat sipil, akademisi, dan sektor swasta, sejak tahap perumusan hingga evaluasi kebijakan.Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif dengan metode studi pustaka. Data diperoleh dari jurnal ilmiah, buku akademik, serta laporan kebijakan nasional dan internasional yang relevan dalam rentang waktu 2015–2025. Analisis dilakukan melalui tahapan reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan secara sistematis terhadap literatur yang membahas hubungan antara kebijakan publik dan tata kelola pemerintahan modern. Hasil penelitian menunjukkan bahwa tata kelola pemerintahan modern menuntut kebijakan publik yang inklusif, berbasis bukti (evidence-based policy), serta didukung oleh pemanfaatan inovasi digital. Implementasi Sistem Pemerintahan Berbasis Elektronik (SPBE) di Indonesia mencerminkan upaya modernisasi birokrasi melalui digitalisasi layanan publik. Namun, efektivitasnya masih menghadapi berbagai kendala, seperti kesenjangan digital, resistensi birokrasi, serta lemahnya koordinasi antarinstansi. Selain itu, partisipasi masyarakat dalam proses kebijakan masih bersifat formal dan belum mencapai partisipasi bermakna. Penelitian ini menyimpulkan bahwa keberhasilan kebijakan publik dalam era tata kelola pemerintahan modern ditentukan oleh kapasitas institusional yang kuat, kolaborasi lintas sektor, dan inovasi digital yang inklusif. Reformasi birokrasi, peningkatan literasi digital masyarakat, serta penguatan etika publik menjadi prasyarat penting untuk mewujudkan pemerintahan yang adaptif, transparan, dan demokratis.
References
Bappenas. (2023). Gerakan menuju smart city: Laporan kemajuan program nasional smart city Indonesia. Kementerian Perencanaan Pembangunan Nasional Republik Indonesia.
De Bekker, H., & Saefullah, K. (2019). Governance, policies, rules and regulations in Indonesia. In Cooperative management (Vol. 689, pp. 1-20). Springer. https://doi.org/10.1007/978-3-030-05423-6_8
Dye, T. R. (1972). Understanding public policy. Prentice Hall.
Frinaldi, F., Afdalisma, A., Rezeki, A. P. T., & Saputra, B. (2024). Digital transformation of government administration: Analysis of efficiency, transparency, and challenges in Indonesia. In Proceedings AAPA-EROPA-AGPA-IAPA International Conference 2024. https://journal.iapa.or.id/proceedings/article/download/1096/487
Grindle, M. (2017). Good governance, R.I.P.: A critique and an alternative. Governance, 30(1), 1–17. https://doi.org/10.1111/gove.12223
Gusman, S. W. (2024). Development of the Indonesian government’s digital transformation. DIJEMSS, 5(5). https://pdfs.semanticscholar.org/d4a5/850f54a8a9b7f34db1654dbd06a256a7b5d5.pdf
Head, B. W. (2022). Reconsidering evidence-based policy: Key issues and new directions. Policy and Society, 41(4), 465–481.https://doi.org/10.1093/polsoc/puac018
Howlett, M., & Ramesh, M. (2020). The two orders of governance failure: Design mismatches and policy capacity issues in modern governance. Policy and Society, 39(3), 341–357. https://doi.org/10.1080/14494035.2020.1785721
Kementerian PANRB. (2024). Laporan evaluasi implementasi sistem pemerintahan berbasis elektronik (SPBE) nasional. Kementerian Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi Republik Indonesia.
Kooiman, J. (2003). Governing as governance. Sage Publications.
Lukman, S., & Hakim, A. (2024). Agile governance, digital transformation, and citizen satisfaction moderated by political stability in Indonesia’s socio-political landscape. Journal of Ethnic and Cultural Studies, 11(1), 210–228. https://www.ejecs.org/index.php/JECS/article/view/2001
Murdhani, L. A. (2025). The implementation of digital governance in Indonesia: A systematic review of challenges and opportunities. International Journal of Scientific Research, 2(1). https://journal.yaumil.org/index.php/ijsr/article/view/19
Osborne, S. P. (2006). The new public governance? Public Management Review, 8(3), 377–387. https://doi.org/10.1080/14719030600853022
Pradana, M., Yusuf, M., & Nugraha, R. A. (2023). Collaborative governance in Indonesia: Institutional transformation toward sustainable development. Jurnal Administrasi Publik, 19(2), 87–104. https://doi.org/10.31506/jap.v19i2.12345
Rhodes, R. A. W. (2012). Waves of governance. In D. Levi-Faur (Ed.), The Oxford handbook of governance (pp. 33–48). Oxford University Press.
Susniwati, K., Kurniawati, & Susilawati. (2024). Public policy innovation in Indonesia: Enhancing citizen engagement through e-government initiatives. PINISI Discretion Review, 8(1). https://ojs.unm.ac.id/UDR/article/view/66364
UNDP. (1997). Governance for sustainable human development. United Nations Development Programme.
UNDP. (2021). Human development report 2021–2022: Uncertain times, unsettled lives — Shaping our future in a transforming world. United Nations Development Programme.
Published
Issue
Section
Copyright (c) 2026 Indonesian Journal of Intellectual Publication (IJI Publication)

This work is licensed under a Creative Commons Attribution 4.0 International License.










