KOLABORASI MULTI STAKEHOLDER PEMERINTAH DALAM MENEKAN ANGKA PERNIKAHAN DINI DI DESA BANTIMURUNG KABUPATEN MAROS

Authors

  • Nurmillah Nurmillah Universitas Indonesia Timur, Indonesia
  • Sudiarti Dewi Kurra Universitas Indonesia Timur, Indonesia
  • Abdul Rahman Universitas Indonesia Timur, Indonesia
  • Andi Atrianingsih Universitas Indonesia Timur, Indonesia
  • Arjang Arjang Universitas Indonesia Timur, Indonesia
  • Hanafi A Kadir Universitas Indonesia Timur, Indonesia
  • Rusdin Nawi Universitas Indonesia Timur, Indonesia
  • A.M. Azhar Aljurida Universitas Indonesia Timur, Indonesia
  • Ruslimin Ruslimin Universitas Indonesia Timur, Indonesia
  • Beddu Lahi Universitas Indonesia Timur, Indonesia
  • Ali Imran Sadiq Universitas Indonesia Timur, Indonesia
  • Wahyuddin Wahyuddin Universitas Indonesia Timur, Indonesia
  • Andi Risma Jaya Universitas Indonesia Timur, Indonesia
  • Henni Zainal Universitas Indonesia Timur, Indonesia
  • Yusita Indrayanti Universitas Indonesia Timur, Indonesia
  • Nazira Dahlan Universitas Indonesia Timur, Indonesia
  • Merry Ayu Mahrita Universitas Indonesia Timur, Indonesia
  • Ari Eko Saputra Universitas Indonesia Timur, Indonesia
  • Rusfandi Rusfandi Universitas Indonesia Timur, Indonesia
  • Saharuddin Saharuddin Universitas Indonesia Timur, Indonesia

DOI:

https://doi.org/10.51577/globalabdimas.v6i1.1052

Keywords:

Pencegahan Pernikahan Anak, Pemberdayaan, Perlindungan Anak

Abstract

Program pengabdian kepada Masyarakat di Kecamatan Bantimurung, Kabupaten Maros, dilaksanakan sebagai upaya mendukung kebijakan pembangunan nasional dalam mewujudkan sumber daya manusia yang berkualitas melalui perlindungan hak anak dan penguatan ketahanan keluarga. Kegiatan ini bertujuan meningkatkan pengetahuan, kesadaran, dan kapasitas masyarakat dalam mencegah praktik pernikahan anak melalui pendekatan edukatif, partisipatif, dan kolaboratif yang melibatkan pemerintah kecamatan, pemerintah desa, sekolah, tokoh agama, tokoh masyarakat, orang tua, serta remaja. Metode pelaksanaan meliputi identifikasi permasalahan, sosialisasi mengenai dampak hukum, kesehatan, sosial, dan ekonomi dari pernikahan anak, pelatihan bagi kader dan kelompok remaja, diskusi kelompok terarah, serta pendampingan penyusunan strategi pencegahan berbasis komunitas. Hasil kegiatan menunjukkan adanya peningkatan pemahaman peserta mengenai risiko pernikahan anak, meningkatnya komitmen para pemangku kepentingan dalam melakukan upaya pencegahan, serta terbentuknya jejaring kolaborasi yang mendukung perlindungan anak di tingkat desa dan kecamatan. Selain itu, peserta menunjukkan perubahan sikap yang lebih positif terhadap pentingnya pendidikan, kesehatan reproduksi, dan perencanaan masa depan bagi remaja. Program ini berkontribusi dalam memperkuat peran keluarga, masyarakat, dan pemerintah daerah dalam menciptakan lingkungan yang aman dan kondusif bagi tumbuh kembang anak, sehingga diharapkan mampu menekan angka pernikahan anak secara berkelanjutan di Kecamatan Bantimurung, Kabupaten Maros.

References

Ansell, C., & Gash, A. (2008). Collaborative governance in theory and practice. Journal of Public Administration Research and Theory, 18(4), 543–571. https://doi.org/10.1093/jopart/mum032

Girls Not Brides. (2023). Child marriage atlas. Girls Not Brides. https://www.girlsnotbrides.org

Greene, M. E., Perlson, S. M., Hart, J., & Mullinax, M. (2023). Systematic scoping review of interventions to prevent and respond to child marriage. Trauma, Violence, & Abuse, 24(5), 3218–3241. https://doi.org/10.1177/15248380231184882

John, N. A., Edmeades, J., Murithi, L., & Barre, I. (2020). Child marriage and relationship quality: Evidence to support programs to delay child marriage. BMJ Global Health, 5(9), e002089. https://doi.org/10.1136/bmjgh-2019-002089

Jones, N., Presler-Marshall, E., Baird, S., & Hicks, J. (2025). Child marriage and its consequences for adolescent girls: A review of evidence and policy implications. The Lancet Child & Adolescent Health, 9(1), 35–47. https://doi.org/10.1016/S2352-4642(24)00312-

Kuswanto, H., Utomo, B., Ismail, A., & Sari, D. P. (2024). Prevalence of and factors associated with female child marriage in Indonesia: Evidence from the Indonesia Demographic and Health Survey. BMC Women's Health, 24(1), 112. https://doi.org/10.1186/s12905-024-02954-2

Malhotra, A., Lee-Rife, S., Warner, A., & McGonagle, A. (2021). Twenty years of the evidence base on what works to prevent child marriage: A systematic review. Journal of Adolescent Health, 68(5), 847–862. https://doi.org/10.1016/j.jadohealth.2020.11.01

Malhotra, A., Warner, A., McGonagle, A., & Lee-Rife, S. (2011). Solutions to end child marriage: What the evidence shows. International Center for Research on Women (ICRW).

Mansuri, G., & Rao, V. (2013). Localizing development: Does participation work? World Bank. https://doi.org/10.1596/978-0-8213-8256-1

Marcus, R., & Page, E. (2016). Changing discriminatory norms affecting adolescent girls through communication activities. Overseas Development Institute (ODI).

Mehari, H., Tesfay, K., Gebremedhin, S., & Alemayehu, M. (2023). Determinants of child marriage and its related adverse health outcomes among women in low- and middle-income countries: A systematic review. BMC Public Health, 23(1), 1876. https://doi.org/10.1186/s12889-023-16782-7

Neal, S., Matthews, Z., Frost, M., Fogstad, H., Camacho, A. V., & Laski, L. (2018). The causes of maternal mortality among adolescents in low- and middle-income countries: A systematic review of the literature. BMC Pregnancy and Childbirth, 18, 1–10. https://doi.org/10.1186/s12884-018-1879-z

Pemerintah Republik Indonesia. (2020). Strategi Nasional Pencegahan Perkawinan Anak (Stranas PPA). Kementerian Perencanaan Pembangunan Nasional/Badan Perencanaan Pembangunan Nasional (Bappenas).

Raj, A., Salazar, M., Jackson, E. C., Wyss, N., McClendon, K. A., Khanna, A., & Belayneh, Y. (2017). Students and brides: A systematic review of the associations between child marriage and health outcomes. The Lancet Global Health, 5(11), e1140–e1146. https://doi.org/10.1016/S2214-109X(17)30309-7

Rumble, L., Peterman, A., Irdiana, N., Triyana, M., & Minnick, E. (2018). An empirical exploration of female child marriage determinants in Indonesia. BMC Public Health, 18, 407. https://doi.org/10.1186/s12889-018-5313-0

Shawar, Y. R., & Shiffman, J. (2017). Generation of global political priority for global health issues: A framework and case study. The Lancet, 390(10111), 2380–2389. https://doi.org/10.1016/S0140-6736(17)31907-4

UNFPA. (2022). Child marriage and adolescent pregnancy: Global programme report. United Nations Population Fund.

UNICEF. (2021). Ending child marriage: A profile of progress in Indonesia. United Nations Children's Fund.

UNICEF Indonesia. (2020). Child marriage in Indonesia. UNICEF Indonesia.

Wodon, Q., Male, C., Nayihouba, A., Onagoruwa, A., Savadogo, A., Yedan, A., Edmeades, J., Kes, A., John, N., Murithi, L., Steinhaus, M., & Petroni, S. (2017). Economic impacts of child marriage: Global synthesis report. World Bank & International Center for Research on Women (ICRW).

World Health Organization. (2023). Adolescent pregnancy. World Health Organization. https://www.who.int/news-room/fact sheets/detail/adolescent-pregnanc

Published

2026-05-29