Kesehatan Lingkungan di Makassar dalam Perspektif Determinan Sosial: Antara Kemiskinan, Infrastruktur, dan Kebijakan

(Studi Permukiman Kumuh Pesisir)

Authors

  • Muhammad Khaerul Nur Universitas Indonesia Timur, Indonesia
  • Muhammad Syukur Universitas Negeri Makassar, Indonesia
  • Firdaus W. Suhaeb Universitas Negeri Makassar, Indonesia

DOI:

https://doi.org/10.51577/ijipublication.v6i3.964

Keywords:

Kesehatan Lingkungan, Determinan Sosial Kesehatan, Permukiman Kumuh, Pesisir, Makassar

Abstract

Permasalahan kesehatan lingkungan di kawasan permukiman kumuh pesisir Kota Makassar masih menjadi isu serius yang dipengaruhi oleh kemiskinan, keterbatasan infrastruktur dasar, serta lemahnya implementasi kebijakan publik. Kondisi tersebut menyebabkan rendahnya akses masyarakat terhadap air bersih, sanitasi layak, dan pengelolaan limbah yang berdampak pada meningkatnya risiko penyakit berbasis lingkungan. Penelitian ini bertujuan menganalisis kondisi kesehatan lingkungan di kawasan pesisir Makassar melalui perspektif determinan sosial kesehatan dengan fokus pada aspek kemiskinan, infrastruktur, dan kebijakan. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode studi literatur sistematis. Data diperoleh melalui penelusuran berbagai sumber sekunder berupa laporan resmi Badan Pusat Statistik (BPS), Kementerian Kesehatan Republik Indonesia, World Health Organization (WHO), UNICEF, World Bank, serta artikel jurnal ilmiah nasional dan internasional yang dipublikasikan pada periode 2010–2024. Pengumpulan data dilakukan melalui database Google Scholar, ScienceDirect, dan PubMed menggunakan kata kunci yang relevan dengan kesehatan lingkungan dan permukiman pesisir. Data dianalisis menggunakan pendekatan tematik dengan mengelompokkan temuan berdasarkan tema kemiskinan, infrastruktur, dan kebijakan, kemudian diinterpretasikan menggunakan perspektif determinan sosial kesehatan Dahlgren dan Whitehead. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kemiskinan struktural, ketimpangan pembangunan infrastruktur, dan implementasi kebijakan yang belum optimal saling berinteraksi dalam memperburuk kondisi kesehatan lingkungan masyarakat pesisir Makassar.

References

Badan Pusat Statistik Kota Makassar. (2023). Makassar dalam angka 2023. Makassar: BPS Kota Makassar.

Brulle, R. J., & Pellow, D. N. (2006). Environmental justice: Human health and environmental inequalities. Annual Review of Environment and Resources, 31, 103–124. https://doi.org/10.1146/annurev.energy.31.020105.100205

Corburn, J. (2009). Toward the healthy city: People, places, and the politics of urban planning. Cambridge: MIT Press.

Dahlgren, G., & Whitehead, M. (1991). Policies and strategies to promote social equity in health. Stockholm: Institute for Futures Studies.

Dodman, D., Hayward, B., Pelling, M., Castán Broto, V., Chow, W., Chu, E., Dawson, R., Khirfan, L., McPhearson, T., Prakash, A., & Zheng, Y. (2017). Cities, settlements and key infrastructure. Urban Climate, 20, 1–12. https://doi.org/10.1016/j.uclim.2017.02.001

Farmer, P. (2004). An anthropology of structural violence. Current Anthropology, 45(3), 305–325. https://doi.org/10.1086/382250

Friis, R. H. (2012). Essentials of environmental health (2nd ed.). Burlington: Jones & Bartlett Learning.

Grindle, M. S. (2017). Politics and policy implementation in the Third World. Princeton: Princeton University Press.

Hutton, G., & Chase, C. (2017). The knowledge base for achieving sustainable development goal 6: Synthesis brief on water and sanitation. World Bank Water and Sanitation Program. https://doi.org/10.1596/27829

Kementerian Kesehatan Republik Indonesia. (2022). Profil kesehatan Indonesia tahun 2022. Jakarta: Kementerian Kesehatan RI.

Marmot, M. (2015). The health gap: The challenge of an unequal world. London: Bloomsbury Publishing.

Marmot, M., & Wilkinson, R. (2006). Social determinants of health (2nd ed.). Oxford: Oxford University Press.

Prüss-Ustün, A., Wolf, J., Corvalán, C., Bos, R., & Neira, M. (2016). Preventing disease through healthy environments: A global assessment of the burden of disease from environmental risks. Geneva: World Health Organization.

Satterthwaite, D. (2010). Urban poverty and health inequities. Environment and Urbanization, 22(1), 123–138. https://doi.org/10.1177/0956247809354449

UN-Habitat. (2020). World cities report 2020: The value of sustainable urbanization. Nairobi: United Nations Human Settlements Programme.

UNICEF. (2019). WASH strategy 2016–2030. New York: United Nations Children’s Fund.

Vlahov, D., Galea, S., Freudenberg, N., & Proietti, F. (2007). Urban as a determinant of health. Journal of Urban Health, 84(1), 16–26. https://doi.org/10.1007/s11524-007-9169-3

WHO. (2008). Closing the gap in a generation: Health equity through action on the social determinants of health. Geneva: World Health Organization.

WHO. (2016). Urban health. Geneva: World Health Organization.

World Bank. (2019). Indonesia urban development report. Washington DC: World Bank.

Published

2026-07-25