Implementasi Peraturan Pencegahan Tubrukan di Laut (P2TL) Saat Bernavigasi pada Alur Padat Nelayan Pelabuhan Sikeli
DOI:
https://doi.org/10.51577/ijipublication.v6i3.977Keywords:
Implementasi, Navigasi, Alur Padat NelayanAbstract
Penelitian ini dilatarbelakangi oleh tingginya kompleksitas navigasi kapal penyeberangan pada alur masuk dan kolam Pelabuhan Penyeberangan Sikeli yang sempit, relatif dangkal, dan padat aktivitas kapal nelayan tradisional dengan pola gerak yang tidak teratur. Kondisi tersebut menimbulkan risiko tubrukan yang tinggi sehingga menuntut perwira kapal menerapkan Peraturan Pencegahan Tubrukan di Laut (P2TL) secara tepat, adaptif, dan berlandaskan prinsip good seamanship. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui aktivitas bernavigasi pada alur padat nelayan di Pelabuhan Sikeli serta menganalisis implementasi P2TL oleh perwira kapal KMP Bontoharu saat menghadapi kondisi tersebut. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif dengan bentuk studi kasus. Data dikumpulkan melalui observasi langsung, wawancara mendalam dengan nahkoda dan para perwira jaga, serta dokumentasi berupa catatan pengamatan dan dokumen pendukung yang berkaitan dengan navigasi kapal. Hasil penelitian menunjukkan bahwa aktivitas bernavigasi pada alur padat nelayan di Pelabuhan Sikeli memiliki tingkat kompleksitas dan risiko yang tinggi, sehingga memerlukan kewaspadaan visual yang terus-menerus, pengaturan kecepatan aman, penilaian risiko tubrukan secara berkelanjutan, serta koordinasi yang efektif di anjungan. Implementasi P2TL oleh perwira kapal dilakukan secara kontekstual dan adaptif melalui penerapan dominan Aturan 5, 6, 7, 8, 9, dan 18, terutama dalam bentuk pengamatan cermat, penurunan kecepatan sebelum memasuki alur, manuver menghindar yang tegas, dan sikap mengalah lebih awal demi keselamatan. Penelitian ini menyimpulkan bahwa efektivitas implementasi P2TL tidak hanya ditentukan oleh kepatuhan normatif terhadap aturan, tetapi juga oleh profesionalisme, pengalaman, kemampuan pengambilan keputusan, serta penerapan Bridge Resource Management. Oleh karena itu, peningkatan pembinaan dan pelatihan perwira kapal serta penguatan prosedur jaga laut perlu terus dilakukan guna meningkatkan keselamatan navigasi di alur pelayaran padat nelayan.
Published
Issue
Section
Copyright (c) 2026 Indonesian Journal of Intellectual Publication (IJI Publication)

This work is licensed under a Creative Commons Attribution 4.0 International License.







