Teologi Patriarki: Penafsiran Al-Quran tentang Relasi Gender dalam Rumah Tangga

Authors

  • Ismail Ismail Universitas Pancasakti Makassar, Indonesia
  • Ahmad Abubakar Universitas Islam Negeri Alauddin Makassar, Indonesia
  • Sohrah Sohrah Universitas Islam Negeri Alauddin Makassar, Indonesia

DOI:

https://doi.org/10.51577/ijipublication.v6i3.985

Keywords:

Teologi Patriarki, Penafsiran Al’Quran, Relasi Gender, Rumah Tangga, KDRT

Abstract

Konstruksi relasi gender yang tidak seimbang memainkan peran penting dalam praktik ketidakadilan, di samping faktor individu dan ekonomi. Dalam banyak pasangan suami-istri, terdapat hierarki di mana laki-laki sering kali mendominasi. Penafsiran agama yang bernuansa patriarkal memperkuat dominasi ini, menjadikannya alat untuk melegitimasi ketidakadilan dan kekerasan. Dalam hal ini, kekerasan dalam rumah tangga (KDRT) tidak hanya isu pribadi, melainkan masalah struktural yang berhubungan dengan nilai, budaya, dan pemahaman agama yang bias gender. Penelitian ini bertujuan menganalisis penafsiran Al-Qur'an tentang relasi gender melalui lensa teologi patriarki dan hubungannya dengan praktik KDRT. Dengan demikian, penelitian ini berusaha merumuskan kritik dan reinterpretasi yang mendukung kesetaraan gender untuk menciptakan hubungan rumah tangga yang bebas dari kekerasan. Metode yang digunakan adalah studi kualitatif berbasis kepustakaan dengan pendekatan teologis-normatif dan sosio-kultural, menggunakan data dari literatur tafsir klasik dan kontemporer, serta sumber lain seperti buku dan jurnal. Pengumpulan data dilakukan melalui studi dokumentasi dan dianalisis secara deskriptif-analitis dengan pendekatan hermeneutik untuk memahami penafsiran Al-Qur’an tentang relasi gender secara kontekstual. Hasil kajian menunjukkan bahwa KDRT berkaitan erat dengan konstruksi sosial serta penafsiran agama yang bias gender. Tafsir patriarkal terhadap ayat-ayat Al-Qur'an dapat memperkuat ketimpangan relasi dan melegitimasi kekerasan. Sebaliknya, tafsir kontemporer lebih menekankan pada nilai keadilan, kesetaraan, dan kasih sayang. Oleh karena itu, dekonstruksi teologi patriarki menjadi penting untuk membangun pemahaman Islam yang lebih adil dan menolak segala bentuk kekerasan.

References

Auda, J. (2008). Maqasid al-shariah as philosophy of Islamic law: A systems approach. The International Institute of Islamic Thought.

Barlas, A. (2002). “Believing women” in Islam: Unreading patriarchal interpretations of the Qur’an. University of Texas Press.

Badan Pusat Statistik Indonesia. (2022). Statistik kesejahteraan rakyat 2022. BPS RI.

Badan Pusat Statistik Sulawesi Selatan. (2022). Sulawesi Selatan dalam angka 2022. BPS Sulawesi Selatan.

Connell, R. (2009). Gender: In world perspective (2nd ed.). Polity Press.

Engineer, A. A. (2004). Islam, women and gender justice. Sterling Publishers.

Esack, F. (1997). Qur’an, liberation and pluralism: An Islamic perspective of interreligious solidarity against oppression. Oneworld Publications.

Esposito, J. L., & DeLong-Bas, N. J. (2001). Women in Muslim family law (2nd ed.). Syracuse University Press.

Fakih, M. (2013). Analisis gender dan transformasi sosial. Pustaka Pelajar.

Foucault, M. (1978). The history of sexuality: Volume 1: An introduction (R. Hurley, Trans.). Pantheon Books.

Foucault, M. (1980). Power/knowledge: Selected interviews and other writings 1972–1977 (C. Gordon, Ed.). Pantheon Books.

Freire, P. (1970). Pedagogy of the oppressed. Continuum.

Hajjar, L. (2004). Religion, state power, and domestic violence in Muslim societies: A framework for comparative analysis. Law & Social Inquiry, 29(1), 1–38.

Harkrisnowo, H. (2019). Kekerasan dalam rumah tangga dan perlindungan perempuan di Indonesia. Jurnal Hukum dan Pembangunan, 49(2), 215–230.

Hasyim, S. (2006). Understanding women in Islam: An Indonesian perspective. Solstice Publishing.

Ibn Kathir. (1999). Tafsir Ibn Kathir (Vols. 1–10). Darussalam.

Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak Republik Indonesia. (2023). Sistem Informasi Online Perlindungan Perempuan dan Anak (SIMFONI PPA). KemenPPPA RI.

Komisi Nasional Anti Kekerasan terhadap Perempuan. (2023). Catatan tahunan kekerasan terhadap perempuan tahun 2023. Komnas Perempuan.

Mernissi, F. (1991). The veil and the male elite: A feminist interpretation of women’s rights in Islam. Addison-Wesley.

Mulia, S. M. (2014). Muslimah reformis: Perempuan pembaru keagamaan. Mizan.

Nasr, S. H. (2002). The heart of Islam: Enduring values for humanity. HarperCollins.

Nasr, S. H. (2015). Islamic spirituality and social transformation. ABC International Group.

Pengadilan Tinggi Agama Makassar. (2022). Laporan tahunan Pengadilan Tinggi Agama Makassar tahun 2022. PTA Makassar.

Quraish Shihab, M. (2002). Tafsir al-Misbah: Pesan, kesan, dan keserasian Al-Qur’an (Vols. 1–15). Lentera Hati.

Rusmin, S., Galib, M., Abubakar, A., & Pabbabari, M. (2017). Penafsiran-Penafsiran Al-Zamakhsyari Tentang Teologi dalam Tafsir Al-Kasysyaf. Jurnal Diskursus Islam, 5(2), 321–345. https://doi.org/10.24252/jdi.v5i2.7121

Scott, J. W. (1986). Gender: A useful category of historical analysis. The American Historical Review, 91(5), 1053–1075. https://doi.org/10.2307/1864376

Suryani, L. (2018). Relasi gender dan kekerasan domestik dalam perspektif sosial-keagamaan. Jurnal Studi Gender, 13(2), 145–160.

Syamsuddin, S. (2009). Hermeneutika dan pengembangan ulumul Qur’an. Nawesea Press.

Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 23 Tahun 2004 tentang Penghapusan Kekerasan dalam Rumah Tangga.

UN Women. (2020). Handbook for addressing violence against women. United Nations Entity for Gender Equality and the Empowerment of Women.

Wadud, A. (1999). Qur’an and woman: Rereading the sacred text from a woman’s perspective (2nd ed.). Oxford University Press.

World Health Organization. (2013). Global and regional estimates of violence against women. WHO Press.

Published

2026-07-25