Depresi Sebagai Ancaman Tersembunyi Pada Tenaga Kesehatan Puskesmas: Studi Komparatif Berbasis Tinjauan Literatur
DOI:
https://doi.org/10.51577/ijipublication.v6i3.995Keywords:
Depresi, Tenaga Kesehatan, Puskesmas, Keselamatan dan Kesehatan Kerja, Kota dan DesaAbstract
Depresi merupakan gangguan kesehatan mental yang berpotensi menjadi penyakit akibat kerja pada tenaga kesehatan di fasilitas pelayanan kesehatan primer. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis perbandingan tingkat depresi pada tenaga kesehatan di puskesmas perkotaan dan pedesaan. Metode penelitian menggunakan desain kuantitatif dengan pendekatan systematic narrative literature review. Pencarian literatur dilakukan pada basis data ilmiah menggunakan kata kunci spesifik untuk menjaring artikel yang dipublikasikan pada rentang tahun 2022–2025. Dari hasil penapisan berdasarkan kriteria inklusi (artikel peer-reviewed dan relevan dengan variabel penelitian), terpilih 33 artikel ilmiah sebagai sampel kajian yang kemudian dianalisis secara naratif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa faktor-faktor seperti stres kerja, beban tugas yang berlebihan, burnout, dan aspek psikososial lingkungan lainnya terbukti menjadi kontribusi secara signifikan terhadap kejadian depresi pada tenaga kesehatan. Menariknya, penelitian ini menemukan adanya perbedaan risiko berbasis wilayah yang cukup tajam, di mana tenaga kesehatan yang bekerja di fasilitas kesehatan pedesaan cenderung lebih rentan mengalami depresi ketimbang diperkotaan. Faktor pemicu utamanya adalah keterbatasan SDM, fasilitas pendukung yang tidak memadai, serta sulitnya mendapatkan akses layanan psikologis. Lebih lanjut kajian ini menyoroti bahwa program layanan kesehatan jiwa di tingkat Puskesmas belum terintegrasi secara optimal untuk memitigasi kesehatan mental staf internalnya. Kesimpulannya, depresi pada tenaga kesehatan merupakan masalah kesehatan kerja yang nyata dan memerlukan penanganan secara terpadu. Diperlukan intervensi yang menyeluruh, utamanya melalui penguatan kebijakan yang mampu menjamin ketersediaan layanan kesehatan mental bagi seluruh staf di Puskesmas.
References
Arifin, Z., dkk. (2024). Integrasi layanan kesehatan mental di fasilitas primer. Jurnal Administrasi Kesehatan.
Dewi, R. K., dkk. (2023). Peran puskesmas dalam deteksi dini gangguan mental. Jurnal Kesehatan Masyarakat.
Hapsari, D., dkk. (2023). Disparitas kesehatan mental wilayah urban dan rural. Jurnal Kependudukan Indonesia.
Hidayati, N., dkk. (2024). Kesehatan mental tenaga kesehatan di layanan primer. Jurnal Ilmu Kesehatan Masyarakat.
Kadir, A., dkk. (2022). Faktor lingkungan sosial terhadap depresi. Jurnal Psikologi Indonesia.
Kartilah, T., Februanti, S., & Hidayat, U. A. (2023). Dampak kebijakan COVID-19 terhadap burnout tenaga kesehatan puskesmas. Health Information: Jurnal Penelitian, 15(2).
Kementerian Kesehatan Republik Indonesia. (2023). Survei kesehatan Indonesia (SKI) 2023. Kementerian Kesehatan Republik Indonesia.
Kroenke, K., dkk. (2001). The PHQ-9: Validity of a brief depression severity measure. Journal of General Internal Medicine.
Kurniawan, A., dkk. (2023). Prevalensi depresi pada masyarakat Indonesia. Jurnal Kesehatan Masyarakat Nasional, 18(2).
Lestari, D. I. A., dkk. (2024). Dampak pandemi terhadap tenaga puskesmas. Jurnal Kesehatan Masyarakat Indonesia, 19(2).
Lestari, P., dkk. (2022). Determinan kesehatan mental di wilayah pedesaan. Jurnal Sosiologi Kesehatan.
Lovibond, P. F., & Lovibond, S. H. (1995). The structure of negative emotional states: Comparison of the depression anxiety stress scales (DASS).
Mahendra, A., dkk. (2023). Akses layanan kesehatan di daerah terpencil. Jurnal Kesehatan Wilayah.
Nugraha, A., dkk. (2022). Faktor risiko burnout tenaga kesehatan. Jurnal Administrasi Kesehatan Indonesia.
Pratiwi, N. L., dkk. (2022). Gangguan mental emosional di Indonesia. Buletin Penelitian Kesehatan.
Putra, I. G. N., dkk. (2023). Kinerja puskesmas dalam pelayanan kesehatan primer. Jurnal Manajemen Kesehatan Indonesia.
Putri, R. A., & Hidayat, T. (2022). Determinan depresi pada usia produktif. Jurnal Promosi Kesehatan Indonesia, 17(1).
Rahman, F., dkk. (2022). Occupational stress tenaga kesehatan. Jurnal Kesehatan Lingkungan.
Riyatno, R., dkk. (2025). Kualitas pelayanan kesehatan jiwa pada pasien depresi di puskesmas. Khatulistiwa: Jurnal Sosial Humaniora, 5(1), 706-717.
Santoso, B., dkk. (2023). Kesehatan mental masyarakat pasca pandemi COVID-19. Jurnal Epidemiologi Indonesia, 7(2).
Sari, S. P. (2024). Efektivitas peran BPJS dalam layanan kesehatan mental di puskesmas. Jurnal Kesehatan Masyarakat Indonesia.
Sihotang, H., dkk. (2022). Akses layanan kesehatan jiwa di puskesmas. Jurnal Kesehatan Global.
Siregar, D., dkk. (2023). Work stress dan depresi tenaga medis. Jurnal Kesehatan Komunitas.
Sugiyono. (2022). Metode penelitian kuantitatif, kualitatif, dan R&D.
Suryani, N., dkk. (2024). Ketimpangan layanan kesehatan antara kota dan desa. Jurnal Kebijakan Publik.
Tasalim, R. (2024). Depresi: Pemahaman, penanganan, dan pencegahan. PT Adab Indonesia.
Wahyuni, S., dkk. (2024). Faktor psikososial depresi di masyarakat urban. Media Kesehatan Masyarakat Indonesia, 20(1).
Widiani, E., & Palupi, L. M. (2022). Faktor risiko depresi dan kecemasan pada tenaga kesehatan selama pandemi COVID-19. Jurnal Kesehatan Andalas, 11(1), 55-63.
World Health Organization. (2022). World mental health report. World Health Organization.
Wulandari, S., dkk. (2024). Evaluasi layanan kesehatan jiwa di puskesmas. Jurnal Kebijakan Kesehatan Indonesia.
Yuliana, Y., dkk. (2023). Beban kerja dan stres tenaga kesehatan. Jurnal Keperawatan Indonesia, 2.
Published
Issue
Section
Copyright (c) 2026 Indonesian Journal of Intellectual Publication (IJI Publication)

This work is licensed under a Creative Commons Attribution 4.0 International License.







